B I N T A N G [On Going]

B I N T A N G [On Going]

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2020
[Jangan lupa bintangnya] --- Bagai bintang yang bersinar begitu terang. kau bersinar demi langit malam mu, demi bumi mu, dan demi penikmat mu. Namun sayang, tak ada yang dapat meraih mu, terlalu jauh dan mustahil. Kalau saja kau bagai lampu dalam kamar ku, mungkin sudah ku lepas lampu itu dan ku peluk setiap malamnya. Tidak peduli dengan gelapnya yang terpenting kau dapat ku genggam. Tapi sayang, kau bukan bola lampu di kamar ku. --- "Bersainglah secara sehat dan kita bisa lihat, Siapa bintang yang paling terang" Sederet kata pembuka dari sebuah pertempuran. --- Lyra
All Rights Reserved
#214
lyra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Kanvas Terakhir di Langit Senja | Beomgyu
  • Auristela
  • DIM STARLIGHT
  • FOR MY LINTANG [Revisi]
  • Heart Beat Of Seirin-Sweet Trouble
  • Itsumademo
  • Unsent Letters
  • AhoBaka
  • Malam Dan Bintang Kita

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines