Genius (End)

Genius (End)

  • WpView
    Reads 4,136
  • WpVote
    Votes 281
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 16, 2021
Bagiku kamu adalah utopis, terlalu sulit untuk dijangkau, bahkan meski sekadar dalam khayalan. Aku hanya bisa menjadi pengagummu, memperhatikan dari jarak sekian meter, menikmati secara diam-diam setiap gerak yang kamu lakukan. Itu cukup. Melihatmu setiap hari sudah menjadi suntikan semangat tersendiri untukku. Mendapati senyummu dari balik buku sudah menjadi kebahagiaan spesial bagiku. Aku akan tetap menjaga rasa ini. Mengagumimu dalam diam. Menyukaimu dalam rahasia terdalam. Biarlah aksara menjadi pelipur lara. Lewat goresan tinta ini akan kujadikan kamu abadi meski tanpa nama. Meski ... entah akan berakhir seperti apa.
All Rights Reserved
#242
genius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ditya
  • AYKARLAND
  • Natasya & Diego [End]
  • AKASYA
  • Wrong Dream
  • Grandma's Plan
  • Pelangi Di Matamu
  • SAMUDRA
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • RANZARES
Ditya

[ judul awal : Nine years ago ] " Mending lo pergi " " Pergi! " Bentak Ditya kepada Lili yang masih saja berdiri di depannya di ruangan serba putih ini. " Gak " Respon Lili tegas sambil menatap mata Ditya tegang. Ia mendekati Ditya yang sedang duduk diranjangnya.Air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya namun ia pertahankan untuk tidak jatuh saat itu juga. " Gwe bilang pergi li. Sebenarnya apa sih alasan lo masih bertahan sama gwe yang gak guna ini? Gwe bener bener gak ngerti sama jalan pikiran lo " Ucap Ditya memalingkan wajahnya, kemudian melanjutkan ucapannya " Asal lo tau ya Li, fisik gwe ini akan mati,sebelum itu, mental gwe juga akan mati dan nantinya lo akan hilang dari ingatan gwe. Jadi lebih baik lo per- " cup- Ditya kaget dengan yang dilakukan Lili. Sekilas namun berhasil membuat degup jantungnya tak karuan. " Jangan usir gwe kaya gini dit,jangan usir gwe dari kehidupan lo " Ucap Lili dengan suara yang gemetar. Tenggorokannya terasa tercekat menahan untuk tidak menangis. " Gwe tau lo takut jadi gwe mohon lo gak perlu takut. Gwe adalah ingatan Lo. Gwe adalah hati Lo " Lili tak bisa menahan air matanya. Satu persatu cairan bening itu keluar dari pelupuk matanya. " GUE CINTA SAMA LO DIT,GUE SAYANG SAMA LO, GUE MAU LO BERTAHAN UNTUK GUE DAN GUE MAU LO SEMBUH " sih amatir. Mohon dimaklumi :))

More details
WpActionLinkContent Guidelines