Our Choice

Our Choice

  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 14, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
'Gue gak akan pernah turutin apa yang orang lain perintah' Yap, itu prinsip kehidupan gue sehari-hari. Gue benci ketika orang lain menyuruh2 gue. Ketika kita nurut itu sama saja dengan lemah. Gue gasuka. Gue ga peduli orang lain berkata apa kepada gue. Gue ga peduli kehidupan orang lain. Gue suka memukul orang. Bahkan gue pernah mendorong wanita dan anak kecil. Ya, gue ga peduli. Tapi, Kenapa di depan wanita ini gue terlihat lemah? Kenapa setiap wanita ini sedih, gue gabisa membiarkannya? Gue ga menyangka pertanyaan-pertanyaan itu mampu merubah kehidupan gue yang bebas. Note : Biasakan bantu author manapun untuk vote/komen ya, hargai usahanya, bikin ide itu ga gampang. Sincerely, - Ny.
All Rights Reserved
#11
buguru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENNIES
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • HE IS MY MINE!
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Juan [REVISI]
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Kembali Jatuh Ke Bumi [TAMAT]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
DENNIES

[⚠️FOLLOW dulu sebelum membaca] Author: yakin mau baca? Udah siapin tissu?😌 ~~ 'Tentang dia, yang diamnya menyimpan banyak luka'. Kata ibu, sebagai seorang lelaki, Dennies harus bisa hidup mandiri, hidup keras merupakan hal lumrah yang dialami setiap orang. Hingga pada saat hal itu benar-benar terjadi, saat kerasnya hidup itu datang berhadapan langsung dengan Dennies, setidaknya Dennies tahu, bahwa ia bukanlah satu-satunya orang yang terpukul atas itu. Semuanya telah Dennies lalui seorang diri, mengarungi kerasnya arus hidup yang kadang memberinya badai, membuatnya jatuh, dan bukan hanya sekali ia terbentur akan kenyataan pahit yang harus ia terima. Tapi, Dennies kuat. Ini tentang Dennies, pemuda yang menjadi realisasi nyata dari pepatah, don't see a book by the cover. Pemuda yang menyimpan sejuta luka yang ia balut dalam diamnya, pemuda yang menyembunyikan kecewa yang tak terhitung jumlahnya, dan pemuda yang selalu berdiri kokoh bahkan disaat badai itu kembali menerjangnya. "Jadilah seperti pohon, yang tetap berdiri kokoh, meski angin berkali-kali menerjangnya." Namun sekokoh-kokohnya pohon, bukankah ia bisa tumbang juga saat angin yang terlalu besar menerjangnya? Dan Dennies, mampukan ia untuk tetap kokoh saat ujian itu lagi dan lagi datang menerjangnya dengan tanpa ampun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines