~All About Hijrah~

~All About Hijrah~

  • WpView
    Reads 576
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 24, 2025
"Aku nggak bisa hidup kayak gini terus.." Batinmu tersiksa. Meremas kertas yang sedari tadi kau pegang. Seakan kertas itu telah bersalah padamu. Nyatanya, tidak. Kepalamu pening. Kau menangis. Jiwamu meronta, meraung-raung, meringis kesakitan. Rasa bersalah terus muncul bagaikan hantu yang seolah terus menghantui. Kau teringat memori masa silam. Bayangan dosa-dosa berkelabat dalam alam pikiranmu. "Aku harus berubah." Jiwamu sekali lagi menyuarakan kata hati yang telah lama terpendam. Aku sama sepertimu. Kita sama. Terkadang, aku duduk termenung sendiri. Merenung, memikirkan. "Apakah Allah sudi mengampuniku?" Dan, hal itu sering terjadi. Hati berdesir, gelisah membayangkan neraka jahanam yang menyala-nyala. Otak seakan mendidih. Merinding ketika membayangkannya. "Oh Allah, sungguh aku takut."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Titik Yang Benar
  • [SHRS1] HALWA | V2 | SELESAI✓
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • MAS WILDAN [END]
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • Cinta dalam Hijrah #FJSTheWWG
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines