Tetaplah Cinta

Tetaplah Cinta

  • WpView
    Reads 810
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 21, 2020
.... Balas dendam bukanlah pilihan terbaik untuk mengobati luka... kata Memaafkan mungkin jawaban nya. Tapi hanya orang yang berhati lapanglah yang mungkin sanggup melakukanya. pun dengan Margaret,memaafkan bukanlah jawaban atas dendamnya, mata dibalas mata itulah jawaban dari lukanya.bahkan hal-hal yang sangat bertentangan dengan hatinya pun dilakukan untuk mewujudkan balas dendamnya. akankah dendam itu terbalaskan? atau malah akan berakibat fatal bagi keturunanya kelak.... .... .... .... Cerita ini hanyalah fiktif belaka, dimana pengunaan nama tokoh,watak dan pengembangan ceritanya real dari imajinasi saya sebagai penulis. tidak ada maksud menyinggung atau mengurangi nilai dari sebuah objek yang saya pakai untuk membuat cerita saya ini lebih menarik. saya juga tidak keberatan jika ada kritik dan saran untuk karya saya ini,saya akan terima dengan senang hati tapi itupun harus kritik dan saran yang membangun. Terima kasih. thank you for reading....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • Zero-sum Love [FIN]
  • BELVA'S
  • Arion (End)
  • Tempted
  • Trapped in a wound
  • Poison Of Love
  • I'm In Love With A Gangster-2
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines