We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Moon&Sun
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 14, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Tagskembar
Di dunia ini setiap dua orang kembar akan selalu bersama, memiliki sifat yang sama, tapi untuk Moon dan Sun mereka tidak akan mau mengakui kalao Mereka berdua adalah kembar. Mereka terpisah saat mereka berusia 2 bulan. Moon ikut bersama ayahnya tinggal di Indonesia dan Sun tinggal di Korea dan memutuskan untukbalik ke Indonesia saat Sun berusia 10 tahun. Akhirnya mereka dipertemukan di Sma Cakrawala. " Mang beli siomay dong satu porsi masih ada kan? " tanya Sun dengan nada manja. "Cihh cabe ko bisa sekolah disini heh"decih seorang cewek di sebelah Sun dia adalah Moon. " Apaahhhhh lo bilang gue cabe, gak salah denger gue hah?, dasar nenek lampir" teriak Sun sambil memajukan bibir dan menghentak hentakan kaki di tanah. "Brisik Bitch, mang satu porsi yah" lirik Moon kepada Sun. "Apa loh bilang tadi?" tanya Sun memastikan bahwa dia tidak tuli. "Cot, nih mang uangnya makasih" Moon mengambil siomay dan pergi menuju teman temannya. "Ih seuuuubeeelll bingit deh, mang siomay punya saya mana?"tanya Sun yang masih emosi gara gara mulut cabe nenek lampir barusan. "Eh neng maaf siomaynya habis, tadi tinggal seporsi di beli sama neng Moon"jawab mang tatang "Whatt nenek lampir awas lo" teriak Moon yang membuat seisi kantin menutup telinganya. Gemana panjang bet yah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (END) Putri Sejati adalah Pendekar
  • RADEN
  • RAGARA [ on going ]
  • TWINS!
  • Seana or Seano
  • Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • Kembar? Masa Iya??
  • GERRY [END]
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)

Dua ratus tahun setelah Wen Susu melewati dunia keabadian, dia disambar petir di langit, hanya untuk kembali ke hari ketika dia dibawa kembali ke rumah Wen. Putri asli kembali, dan semua orang menunggu gadis desa itu mempermalukan dirinya sendiri. Putri palsu Wen Minglan tersenyum dan berkata: "Su Su, saya akan menjadi saudara perempuan Anda di masa depan, Anda dapat bertanya kepada saya jika Anda tidak mengerti ..." "Kalau begitu saya tidak diterima, mengapa Anda tidak pergi? kembali ke rumahmu sendiri? Apakah karena kamu mencintai orang miskin dan mencintai orang kaya? Orang tua: "Kami telah membesarkan Minglan selama bertahun-tahun, jadi saya tidak ingin dia menjalani kehidupan yang sulit, Susu, bermurah hati." Wen Susu: "Bagaimana kakak saya bisa menderita dengan orang tua kandungnya? Saya tidak tahu banyak tentang itu. Kakak: "Minglan adalah satu-satunya saudara perempuan saya." Wen Susu: "Dalam hukum, kami memiliki kualifikasi yang sama untuk warisan properti. normal bagimu untuk tidak mengerti aku. Aku mengerti dan aku mengerti." Tunangan: "Tunanganku hanya Minglan." Wen Susu: "Kamu sangat biasa, tapi sangat percaya diri." Keluarga Wen membenci Wen Susu dalam segala hal, pikir dia kasar, pikir dia bodoh, pikir dia lebih rendah dari Wen Minglan dalam segala hal. Dalam hal ini, Wen Susu hanya ingin mengatakan: "Saya tidak benar-benar berpikir saya masih peduli tentang Anda?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines