The lily's Diary

The lily's Diary

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 4, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
REA awalnya hanya ingin mengakhiri hari yang melelahkan ini dengan makan di restoran cepat saji favoritnya ,sambil menikmati musik yang ia putar sendiri. Semuanya berjalan baik-baik saja hingga tiba-tiba tenggorokkannya terasa seperti terbakar dan kesadarannya lenyap begitu saja tanpa aba-aba. REA tak pernah mempercayai semua kisah fantasi aneh yang selalu di ceritakan oleh rekan kerjanya, ia bahkan tak ingin buang-buang waktu untuk memikirkannya. Tapi, kini ia menyesal sudah tidak mendengarkan penjelasan konyol dari rekannya itu. Jika ia bisa memutar kembali waktu yang sudah berlalu, ia bahkan akan membuat catatan di buku kecilnya dari celotehan fantasi itu.
All Rights Reserved
#29
soul
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Si "Rambut Biru"
  • Time Won't Fly : The Place We Can't Be Found [END]
  • Love Starts From Coffee
  • How to Wake Your Prince Charming
  • The Book Of Fantasy : Snow & Prince [SEGERA TERBIT]
  • The Fated Queen : Rise of Hypendor
  • Reinkarnasi Sang Antagonis (TERBIT)
  • the Troublemaker Prince ✅ END ✅
  • The Emperor's Sun
  • The Conqueror of Blades and Hearts

Namaku Rae. Aku siswi dari sekolah swasta paling beken di kotaku. Walaupun aku yatim piatu orangtuaku adalah orang paling kaya. Aku adalah putri konglomerat tapi berkat Nenek aku sama sekali tidak manja. Kalian bisa memintaku melakukan pekerjaan rumah apa saja padaku. Bahkan memasak nasi tanpa rice cooker atau menyuci dengan tangan. Terkejut? Tapi aku berbeda, rambutku biru tanpa alasan yang jelas sejak kematian orang tuaku. Dan karena itu aku di kucilkan di sekolah dan lingkungan. Kecuali anak-anak panti. Di sanalah tempat paling nyaman. Belum lagi aku menyukai orang yang salah. Aku tak akan pernah bisa bersamanya, seolah seluruh alam bersengkongkol memisahkan kami. Tak bisakah kami saling mencintai layaknya remaja pada umumnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines