The lily's Diary

The lily's Diary

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 4, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
REA awalnya hanya ingin mengakhiri hari yang melelahkan ini dengan makan di restoran cepat saji favoritnya ,sambil menikmati musik yang ia putar sendiri. Semuanya berjalan baik-baik saja hingga tiba-tiba tenggorokkannya terasa seperti terbakar dan kesadarannya lenyap begitu saja tanpa aba-aba. REA tak pernah mempercayai semua kisah fantasi aneh yang selalu di ceritakan oleh rekan kerjanya, ia bahkan tak ingin buang-buang waktu untuk memikirkannya. Tapi, kini ia menyesal sudah tidak mendengarkan penjelasan konyol dari rekannya itu. Jika ia bisa memutar kembali waktu yang sudah berlalu, ia bahkan akan membuat catatan di buku kecilnya dari celotehan fantasi itu.
All Rights Reserved
#47
noble
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa di Dunia yang Terlupakan
  • Si "Rambut Biru"
  • The Book Of Fantasy : Snow & Prince [SEGERA TERBIT]
  • The Emperor's Sun
  • Transmigrasi Arabela - Descendants [COMPLETE]
  • How to Wake Your Prince Charming
  • Flace
  • Love Starts From Coffee
  • Time Won't Fly : The Place We Can't Be Found [END]

Di ujung lorong dunia yang tak terjamah peta, berdirilah sebuah restoran kecil-hangat, remang, dan ajaib. Tak ada papan nama, tak ada antrean manusia. Namun malam demi malam, kursi-kursi kayu diisi oleh tamu-tamu dari kisah yang terlupakan: Banshee yang menangis dalam diam, Putri Duyung yang kehilangan nada, Gumiho yang menyembunyikan luka, hingga dewa bersayap yang tak sanggup berbicara. Di balik meja dapur, seorang pria memasak bukan untuk perut, melainkan untuk jiwa. Ia tak banyak bicara, namun masakannya menampung kisah dan luka mereka. Di sisinya, seorang wanita bernama Lyra menjadi jembatan antara dunia manusia dan dunia magis-seorang penjaga rasa dan kenangan. Namun restoran ini menyimpan rahasia. Pembayaran tak datang dalam bentuk uang, melainkan item magis penuh arti-dan semakin banyak yang datang, semakin besar bayangan yang menanti. Dulu mereka memasak hanya untuk bertahan hidup. Kini, mereka menyajikan rasa untuk makhluk yang bahkan dunia pun enggan mengingat. Namun... Sampai kapan tempat ini akan bertahan? Dan ketika rasa tak lagi cukup, siapa yang akan memberi arti pada dunia yang perlahan melupakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines