DEV,manusia tanpa sepatah kata

DEV,manusia tanpa sepatah kata

  • WpView
    Reads 817
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sun, Jun 7, 2020
WpInfo
Poetry
Dev, si cowo tak bersua berkata seperlunya. Kisah yang bukan tentang bagamaina dua senyawa yang saling berikatan cinta. Namun, dua insan yang menolak rasa dalam dua pikiran berbeda tanpa adanya basi Pertemuan dari dua orang asing yang kaku dan keras dalam teori menyukai terpaku dari pikiran masing-masing latar hidup yang berbeda. Ini kisah yang jauh dari saling mengekspresikan rasa lewat ucapan, bahkan kebersaman terjalin. Rasa awalnya terpaku dari satu pihak kemudian menjadi kukuh dalam satu pihak tentang bagaimana tindakan menjangkau rasa yang tak mampu mereka terjemahkan oleh bahasa, namun isyarat hati. Oleh Dev, tanpa suara berlebih, tapi perlindungan nyata. "Neyhira...tapi, bumi masih menyesetujuinya?" "Cukup! Kali ini kamu harus sama sama berhenti." katanya, dengan isakan yang di tahan sekuat mungkin berusaha menuntaskan perkataan sebelum benar-benar tak kembali lagi pada sesosok itu. "Tapi aku mau kamu tidak menjadi apapun lagi, Dev! Cukup hanya tokoh." tukasnya tegas. Pijakan kaki yang di henttakan secepat mungkin meninggalkan tanpa mau lagi adanya pertemuan bentuk apapun dengan di sengaja maupun tidak di sengaja. -29 mei 2020
All Rights Reserved
#5
sebuahluka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Mahligai Sunyi
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • My Dear,is the Perfect "Husband"
  • Antara dosa dan Cinta Pertama

"Tentang cinta yang datang, pada titik pertemuan yang tak pernah direncanakan." ⋆ ˚。⋆୨୧˚---˚୨୧⋆。˚ ⋆ Rama dan Aida, dua orang insan yang tak sengaja bertemu, ketika takdir sedang mempermainkan keduanya dalam tabu. Tabu yang tak pernah mereka sadari. Tentang rumah yang rusak, cinta pertama yang retak, dan dunia yang seolah tak pernah berpihak. Hingga di sebuah titik pertemuan itu, mereka terjerat dalam sebuah perasaan yang tak pernah mereka sadari, tak terlihat, bahkan tak sempat terucap. Perasaan asing yang membingungkan, melelahkan, namun juga ikut menguatkan. Seolah obat, yang mampu mengeringkan luka lama akibat kekecewaan, kerinduan, serta ketidakberdayaan. Ya, sebuah cinta telah hadir disetiap inci hati mereka. Memberikan getar dan degup yang belum pernah dirasa. Namun disaat yang bersamaan, takdir kembali membuka permainannya. Mengusik masa lalu hingga perlahan menorehkan luka baru, dikedua hati yang baru saja merasakan cinta. Apa yang akan mereka lakukan? Apakah mereka tetap akan mempertahankan perasaan yang perlahan membesar itu? Atau malah terperangkap dalam permainan takdir yang didasari oleh masa lalu yang kelam? Mari kita lihat bersama! ⋆ ˚。⋆୨୧˚---˚୨୧⋆。˚ ⋆ "Aku, menemukan mata Bunda dikedua matanya. Namun sepertinya, takdir tak mengizinkannku untuk terus menatap netra itu sepanjang nyawa." -Rama Kanziano Azrandra "Dan pada akhirnya, hidup hanya tentang datang dan pergi, mengenal lalu melupakan, serta bahagia kemudian terluka. Bukankah seperti itu cara kerja dunia?" -Andana Raidani Putri Update: Hari tidak tentu tapi 1 minggu update 2 kali

More details
WpActionLinkContent Guidelines