4 |Ranjun

4 |Ranjun

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 21, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Cuaca begitu cerah, seperti mengejeknya yang sedang terpuruk, meledek nasibnya yang begitu sial. Hingga membuatnya merasa aneh jika hidupnya yang ia jalani terlihat sangat mulus. "Ini bukan saatnya untuk meratapi nasib" Sebuah kalimat yang membuatnya tahu, bahwa cuaca tidak sepenuhnya mengejeknya. ××××××× Cerpen, one chapter //Hope you enjoy//
All Rights Reserved
#286
ilmu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Aksara dan Kata
  • Kumpulan Cerpen
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Summer Waves [2023]
  • Kumpulan Cerpen
  • Sang MATAHARI [Antologi Cerpen]
  • Kisah yang Tertunda
  • Ranendra dan Dunianya
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • ALEYA~~

Haruskah cinta yang pergi benar-benar dilupakan? Ataukah ia hanya bersembunyi di antara jejak kenangan yang enggan pudar? Kumpulan cerpen yang aku buat ini mengisahkan tentang mereka yang masih menggenggam sisa-sisa rindu-tentang janji yang tidak sempat ditepati, perasaan yang tertinggal di sudut hati, dan harapan yang terus berdenyut meski cintanya telah pergi. Dengan kata-kata yang lirih dan penuh makna, cerpen-cerpen di dalamnya menghadirkan berbagai wajah kehilangan. Ada yang mencoba melupakan, ada yang memilih menunggu, dan ada yang diam-diam tetap menyimpan cinta dalam sunyi. Mungkin, dalam satu atau lebih kisah yang ada di dalamnya, kamu akan menemukan bagian dari hatimu yang juga belum benar-benar sembuh. follow ig aku: @kaelaryas_

More details
WpActionLinkContent Guidelines