The Rose

The Rose

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2020
Dia layaknya mawar. Merah bibirnya, menggoda siapa saja hinggap sejenak tuk bersandang dagu mengagumi keelokan dara cantik, bumi pertiwi. Namun, kau tak boleh lengah. Salah melangkah, durinya siap menusuk jari hingga sang merah berganti menjadi darah. Oh, mawar berduri. Sudikah engkau bila kupetik dan kuletakkan kau di poci beling berisi air suci. Sudikah kau jika kupandang tiada henti, dari fajar hingga ke malam hari. Sudikah kau- Pertanyaan itu terhenti. Si mawar bertanya, "Sudikah dirimu tertusuk duri ini beribu kali? Kembalilah kemari, jika kau seorang pemberani."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KETURUNAN ANGGORO (New Version)
  • LANGIT MAJAPAHIT
  • ETHEREAL
  • Dandelion [Proses Revisi]
  • PITALOKA | Sekala Ruang Renjana
  • RENJANA⚜ ✔
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Veil of Aveloria
  • Prambanan Obsession (END)

Takdir seseorang tidak akan pernah ada yang tahu, mereka bisa berada diatas langit tertinggi dan jatuh ke jurang terdalam dibumi begitu saja. Mereka bisa merubah takdirnya begitu saja jika memang ada keinginan. Benang merah yang telah lama kusut dan runyam tetap akan menemukan ujungnya walau dibelahan bumi lain, mereka akan tetap menemukan jalannya untuk menyelesaikan masalah dimasa lampau walau mereka menepis dan menghindari takdir tersebut. Aib aib yang tertutup rapat terbuka dengan sendirinya. Sudah menjadi garisan turun menurun untuk mereka yang gila akan dunia, meneruskan sebuah ritual dan bentuk pengabdian pada sang penguasa Angkoro, raja dari para iblis. Namun, siapa sangka bahwa ternyata sang penerus tunggal tidak sanggup akan hal itu dan malah menyiksa jiwa dan raganya? Ego dari manusia yang tak punya hati dan hanya memikirkan dunia masih terus memaksa jiwa dari seorang gadis yang sudah begitu ringkih dan tak mampu melanjutkannya lagi. Namun, sang Angkoro tak akan membiarkan pengabdian keluarga tersebut berakhir begitu saja diketurunan yang tak bisa memberikannya apa pun. Iblis itu, membawa kembali sang pewaris asli yang telah lama hilang. Darah penerus yang tak dianggap akan tetap mengalir deras ditubuhnya walau banyak orang yang menepisnya. Walau mereka memisahkannya dengan jarak dan waktu ia akan tetap kembali untuk semua itu, meneruskan apa yang sudah diturunkan padanya, dan mengambil kembali tahtanya yang telah lama hilang. Sumpah darah dan janji setiap mengabdi pada sang iblis tak akan pernah terputus sampai kapan pun. Tak lebih dari tipu dayanya yang mampu meluluh lantahkan iman manusia yang tak seberapa, mereka yang bersujud dan memohon bantuan pada makhluk ciptaan tuhan dan melupakan penciptaannya sendiri. Sejatinya mereka tak kan pernah hidup dalam ketenangan dan kebahagian atas dosa dosa yang mereka buat hanya demi dunia dan melawan takdir sang Maha Kuasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines