luka
  • WpView
    Lecturas 13
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jun 14, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"ma pa? Sebenarnya aku anak siapa si? Sampai nga dianggap kaya gini,aku justru seperti orang asing bagi kalian"ucap naya mengeluarkan uneg uneg nya dan kamu tunjuk naya pada salah satu seorang pria "aku pikir kamu akan memberikanku kejenjang kebahagian dan meringankan beban tapi.. Nyatanya kamu justru semakin membuat ku terluka"naya tersenyum kikuk "jika hidup ku hanya membuat ku terluka, ngapain aku hidup"
Todos los derechos reservados
#219
munafik
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Disguise... [END]
  • Where's Home
  • Kami yang Berdosa
  • SYAKIRA how are you?
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Akhir Tak Bahagia (END✅)
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • PASCAL

[Cerita kedua yang Saki buat di Wattpad, tahun 2014, masih sangat belajar waktu itu. Maka dari itu maaf kalau alay dan gaje. Manusia hidup nggak langsung dewasa, kan?] 😂😂😂 "Jangan sampai lo jatuh cinta sama gue." Zia menoleh tidak percaya, menghadap Ardi yang kini asik duduk santai di tempat tidurnya. "Hah! Tenang saja! Gue nggak akan jatuh cinta sama lo, kok! Idih kepedean banget sih jadi orang?" Cibir Zia kesal. Kok bisa-bisanya ada mahluk sepercaya diri itu. "Bukan gitu, makanya kalau orang lagi ngomong dengerin dulu sampe selesai. Maksud gue, gue nggak akan bilang hal kayak yang tadi gue bilang itu. Gue nggak bakal ngelarang lo jatuh cinta sama gue. Ya secara gitu banyak cewek di luar sana yang ngelihat gue aja mereka langsung jatuh cinta. Masa iya gue ngelarang istri gue sendiri jatuh cinta sama gue, ya nggak? Jadi kalau lo cinta sama gue duluan bilang aja, mungkin bakal gue pertimbangkan..." Timpal pria itu tanpa beban. Reaksi Zia? Jangan ditanya, gadis itu sudah memutar bola mata malas dan hampir muntah karena muak mendengarnya. Ya Tuhanku... boleh nggak sih Zia lempar sisir yang ada di tangannya itu ke mulut lawan bicaranya? Kok ada sih spesies macam ini, jadi suami Zia pula. Entah harus punya kesabaran sampe mana untuk menghadapi mahluk macam dia. Cerita lengkap bisa dibaca di applikasi KUBACA, bisa cari akun sa_saki di sana. Thank you :D Published Januari 2014

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido