Rainbow rain

Rainbow rain

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
*JEDUGGGG* "adohhhhh....!"(teriak Dhika dengan suara perlahan) "nah lo duh tu kan Dhik" *preettttt pesshhhh* "Busettttt Dhikkkaaa!kamu kentut ya" "sorry sorry kelepasan hehe, btw aku baru nyadar kentut ku ternyata bau yaa ahhahahaha" "udahhhh sini cepet sekarang pulang!" "iya iya, mimpi indah ya sana sambung mimpinya!" "Dhika tapi kamu bisa pulang kan?" "bisa sayang" *muach* dia cium aku, dan aku ngga bisa berkata kata. Dia pulang naik motor nya yang diparkir disebelah rumahku Aku beruntung punya dia yang selalu ada disisiku. Hasil imajinasi saya sndiri kalu ada kesamaan mon dimaafkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It HURTS
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Arsyilazka
  • G.H.E.A ✔[END]
  • DANADYAKSA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
It HURTS

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines