Story cover for RASA INI by MeiPurwita
RASA INI
  • WpView
    Leituras 13
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 3
  • WpView
    Leituras 13
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 3
Concluída, Primeira publicação em mai 29, 2020
Sesaat nafas yg ku hirup terasa berat,seperti ikut mencekik di setiap tarikan yang ku buat.Sekelumit pahit yang meracuni hari yang kian kebas.

Disinilah Meyra Lovyta sedang berdiri dibalkon kamarnya yg memperlihatkan pemandangan malam hari yg sangat sunyi,entah sudah berapa lama ia memandangi bulan sedari tadi.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar RASA INI à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Aku, Kamu dan Hujan, de IinRosdianaRosdiana
9 capítulos Concluída Maduro
Hari ini hujan turun dengan deras. Awan sangat hitam, petir saling menyahut, sama seperti hati ku saat ini. Cuaca ini sangat mewakili hati dan perasaanku, kelabu. Aku berjuang untuk nya, tapi dia tidak. Aku hanya ingin mengambil perhatian nya supaya dia suka padaku. Tapi dia, hanya sebatas menghargai ku saja dan tanpa ada niat untuk membalas perasaanku. Ohhh, itu sangat menyakitkan bagi ku. Dia berkata memiliki rasa yang sama, tapi aku tidak pernah melihat keyakinan dari matanya. Aku hanya bisa berjalan dan menangis karna perjuangan ku tak di hargai,lelah rasanya berjuang sendiri. Sampai di pertengahan kota, aku melihat seorang lelaki membawa payung dan tersenyum hangat yang membuat ku tersipu malu. Dia mengajakku ke rumah nya. Awal nya aku curiga dan merasa was-was kepada lelaki tersebut. Tapi entah aku merasa ingin mengikutinya dan ada dorongan dari mana aku ingin mengikutinya. Ahh, dia menggenggam tanganku yg membuat ku tak bergerak sama sekali, hanya mengikuti langkah nya. Dan sampai di ujung jalan, ada satu rumah yg berbentuk hati. Aku terkejut melihat nya, dia mengajak ku masuk untuk menghangatkan badan dan membilas diri karna aku sangat basah. Sudah berjalan beberapa hari, dia sangat perhatian dengan ku, ia memberikan semua yang sebelum nya belom pernah aku rasakan. Aku merasa berwarna kembali dan tersenyum untuk kesekian kalinya. BTW, itu kata perumpamaan yaa guys. Manaada rumah berbentuk hati, halu deh haha:v Awas typo bertebaran! Cerita pertama di akun ke2🤗 Semoga kalian suka. @_diana283
Menanti, de IrdayaniHamid1
56 capítulos Em andamento
Kita berjalan tanpa ikatan dan mulai menelusuri ruang harap yang akan berakhir dengan ketulusan. Semakin berjalan menulusuri lorong itu, semakin terlihat jelas sorot mata itu melukiskan ketulusan namun satu hal yang membuatku bingung, mata yang selalu menatap dengan hangat, perlakuan hangat yang selalu hadir menemani namun tak pernah datang memberi kepastian. Ya lebih tepatnya membuka ruang harap untuk sebuah ketulusan, namun tak kunjung memberikan kepastian dan tak sanggup untuk melepas. Semakin melangkah, langkah kita semakin beriringan hingga kehadiran seseorang di ujung lorong menyapa dan membuat langkah kita terhenti. Sosok Seorang perempuan yang sudah tidak asing bagi ku sedang berdiri di ujung lorong yang tak pernah ku lalui sebelumnya memanggilnya dan membuat ku tersadar bahwa ketulusan yang selama ini ku nanti adalah sebuah fatamorgana. Kepercayaan yang ku bangun hancur berkeping keping. Saya tahu betul bahwa dia berjalan di lorong yang lain dgn sosok itu namun telah berakhri di ujung lorong. Namun semua yang dia katakan hanyalah kebohongan agar saya tetap menemaninya berjalan di lorong yg lainnya. Hingga akhirnya ku lihat dirinya yang menghampir seseorang itu di ujung lorong dan meninggalkan ku sendiri yang masih tetap terdiam menatapnya pergi menulusuri lorong lain bersama sosok yang tak asing lagi di lorong masa lalunya. Bagaiamana Lina bangkit dari ketepurukannya saat Ray memutuskan untuk berhalan menghampiri masa lalunya?
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Lembayung cover
"Tatapan Terakhir yang Tak Kujadikan Pertanda" cover
REMEMBER WHEN cover
Aku, Kamu dan Hujan cover
Maharani cover
alxendric and his wounds cover
Menanti cover
Ternyata CINTA cover
Tangisan Hujan cover
Semesta cover

Lembayung

54 capítulos Concluída

Senja kelabu diiringi gerimis hujan yang menyamarkan air mataku dua hari yang lalu, ku harap telah berlalu. Di sinilah saat ini aku berada, bersandar di jok bis yang melaju menuju kota di mana sepupuku tinggal. Mataku memandang ke luar jendela berusaha menikmati pemandangan yang terhampar di sepanjang perjalanan. Berharap di tempat yang ku tuju nanti akan kutemukan secercah kebahagiaan dan aku dapat menyatukan kembali kepingan hatiku yang sempat hancur... tapi sepertinya bukan hancur, mungkin hanya sedikit tergores....