Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Hello Indigo!

Hello Indigo!

  • WpView
    Leituras 413
  • WpVote
    Votos 47
  • WpPart
    Capítulos 13
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, set 15, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Genre: Horror-teenfiction-school Up: 1 minggu 1 kali (Senin) ===================================== "Melihat kalian itu bagai mimpi buruk dalam tidurku, andai ini memang mimpi, maka bangun adalah solusi. Namun, aku sadar ini nyata. I can see you! " -Elensa Bilqisty "Anak indigo? Konyol! Mana ada manusia yang bisa melihat 'mereka' setiap detik?! Imposible! Melihat masa depan? Masa lalu? Apa mereka bersekolah hanya untuk bercita-cita menjadi seorang peramal? " -Alfino Ramadhan ===================================== 📌Vote kalau suka 📌Coment sangat membantuku untuk membangun cerita ini 📌Share kalau berkenan 📌Kritsar dari kalian sangat terbuka lebar-lebar
Todos os Direitos Reservados
#64
revan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • F A K E ? [End]
  • ELGAMA
  • ELEANOR
  • My cool badboy [LENGKAP]
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • THE SECRET OF ALIQUID NOVI
  • 𝐓𝐄𝐑𝐄𝐒𝐀 [SELESAI]
  • Leno Alendra [End]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo