Untukmu yang kusebut suami

Untukmu yang kusebut suami

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2020
Kata orang nama merupakan doa untuk masa depan anaknya.maka dari itu perkenalkan namaku Kiara Saferina Bashira, orangtua ku mengatakan bahwa arti namaku adalah seorang wanita yang setia, sabar , dan bahagia. Tapi nampaknya tidak seperti namaku tidak berpengaruh terhadap kehidupanku. Hidupku tidak bahagia. Setiap hari aku hanya dapat menangisi kehidupanku, menangisi keputusanku untuk hidup bersamanya, menangisi setiap perlakuannya padaku. Xiomin Alatas,dia suamiku. Xiomin Alatas dari namanya dia terlihat seperti orang yang berkebangsaan China atau Jepang, padahal asli nya dia sama sekali tidak memiliki darah China atau pun jepang. namanya memiliki arti pemimpin cerdas yang mampu melindungi orang lain serta bertanggung jawab. Namun kurasa namanya tidak mencerminkan kepribadiannya. Dia bukanlah seorang pria yang bertanggung jawab, dia hanyalah banjingan yang tak sepantasnya hidup.
All Rights Reserved
#554
istri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf, Cakra!
  • [✓] Love Me Only
  • Zeraya [Repost/Belum Direvisi]
  • Simfoni Takdir ✔
  • My Ruby Lady
  • Forever With Rain.
  • Kawin Gantung(SELESAI)
  • Xless Marriage
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

🐥Please vote setelah membaca🐥 "Mungkin bagimu pernikahan kita tidak ada artinya, Tapi bagiku pernikahan ini sangat berharga, meskipun didasari oleh perjodohan dan tidak ada cinta didalamnya." lirih Cakra Zalendra menatap istrinya lekat "Jadi mau kamu apa? Aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah, didalam hatiku ada seseorang yang ku inginkan untuk jadi suamiku dan itu bukan kamu." kata Nafisa Zavira tanpa menoleh sedikitpun pada lelaki yang saat ini menjadi suaminya "Aku tidak menginginkan sesuatu yang berat. belajarlah mencintaiku, Jadilah istri yang baik untukku, kamu pikir aku mencintaimu? Tidak sama sekali, tapi aku menerima pernikahan ini dengan ikhlas" sang suami menunduk, bulir air mata lolos begitu saja melewati pipi "Menurutmu itu adalah hal yang mudah, bagiku sangat sulit, Aku akan tetap melaksanakan tugasku sebagai istri, tapi aku tidak yakin untuk mencintaimu." Nafisa mengelus pipi suaminya. diseka air mata itu "Ya. setidaknya kau masih mau menerima pernikahan ini." Cakra tersenyum "Setidaknya untuk saat ini." Nafisa menatap wajah sang suami lekat. Cakra mengangguk Bagaimana kelanjutan kisah perjodohan Cakra dan Nafisa? Apakah akan ada cinta yang hadir di hati Nafisa untuk suaminya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines