Rinti(h)k

Rinti(h)k

  • WpView
    Reads 258
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
-Menyeruak masuk tanpa izin, mendekap tubuh menolak dingin, menarik nafas yang masih ingin. Masih ingin disampingmu, namun terbuang oleh acuhmu. Merasa pantas mendapingimu, namun terbantah karena egomu. Aku masih di sini, menanti pulangmu bersama rintik hujan yang menemani. Masih bersahabat dengan takdir yang menentang kebersamaan di ujung penantian- Ikutlah bersamaku, menahan rintih yang tersamarkan rintik hujan. Berkisah tentang ratapan senyuman yang harus berdusta dengan keadaan. Salam cinta dari penulis : Dzochra Miltaz Yaoumiel
All Rights Reserved
#97
puisisedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Diam
  • DikaRanggi
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Seuntai Kata Untuk Rangga
  • Love & Pain & Motivation
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Happier Than Ever [COMPLETED]

Aku, Felicya Anastasya. Gadis bodoh yang terjebak dengan perasaan ingin memiliki terhadap sahabatku sendiri. Tapi dia, dia mempunyai wanita yang sudah dari lama dia kagumi. Namun saat wanita itu mengkhianatinya, aku dengan gagah mengobati dan berjanji tidak akan pernah meninggalkannya, dan diapun demikian. Dia mulai menaruh perasaan padaku dan menyuruh ku melupakan komitmen dulu, untuk tidak terbawa perasaan. Namun, Dia mengkhianati ku saat diriku percaya, ia tidak akan pernah mengecewakanku. Tentu, dia adalah laki-laki brengsek yang Tuhan pertemukan padaku. ...... Saya, Hairez Alzam Ghaaziy. persis seperti dibilang oleh Felicya, ya saya laki-laki brengsek, laki-laki yang dengan gagah membuat sahabatku sendiri jatuh cinta sejatuh-jatuh nya terhadap saya. Saya mengkhianatinya disaat saya tahu dia begitu mencintai saya, saya lebih memilih gadis yang baru saya kenal dibanding dia yang sudah menemani saya ketika saya terpuruk. Saat dia menjauh sejauh-jauhnya terhadap saya, Tuhan malah mempertemukan kita kembali setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Saya ingin sekali menghampirinya, dan menyembuhkan rasa sakit dia yang belum sembuh hingga saat ini. Tapi bagaimana caranya? _Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan_ _13 Januari 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines