Gabriel Bumi Pamungkas (on going)

Gabriel Bumi Pamungkas (on going)

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2020
"wooyyyy sesek coy, nih npa lgi life nya mati segala." dumel sena yg berada di dlm life bersma se-ekor cwok. eh typo seorang cwok. "woy lo kok nggak ada panik- paniknya sih. napas gwe apir ilang ning. huh....huh...huh..."sambung sena. "brisik lo, gwe lgi coba hubungi sapam di sini nieh."ucap cwo tersebut. dug..dugg....duggg. sena mengebrak pintu life tetsebut. "percuma bege." "eh..ehh lo kenapa kok malah pingsan sih" panik gabriel. yappsss cwok tersebut ialah gabriel bumi pamungkas. cowok berbandana hitam bergambar cakrawala di kepalanya. "sumpah. mau abis napas gwe." • • • • # lngsung bca aj cuss...... jan kelamaan☘☘☘ 'crita pertama' follow juga yoh byar tau kelanjutanya.
All Rights Reserved
#145
gabriel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Horibble Woman (END)
  • DAKSA [END]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • MIRROR | Jay ✓
  • LEADER MAFIA GIRL [END]
  • Enough Love Not For Own [HIATUS]
  • My possesive boyfriend

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines