Terbeliak biji mata Tok Yah apabila melihat seekor makhluk yang sungguh hodoh rupanya sedang mencangkung dekat tepi dinding di hadapannya. Kepalanya terteleng ke tepi seolah-olah patah tengkuknya sambil dia tersengih menayangkan giginya yang hitam dengan taring yang tajam. Dia tergelak-gelak seolah mencemuh perbuatan anak Adam yang tunduk patuh pada Tuhannya. Benci dendam berapi-api dalam dirinya, Iblis Laknatullah. "Astaghfirullahalazim...Allah..." Tok Yah beristighfar panjang. ***** "Aku suka kau. Kita couple?" Ajaknya simple. Matanya tajam memandang ke dalam mata Aaira. Gadis pujaannya. "Akan aku pastikan kau jadi milik aku satu hari nanti. Pasti...!" Bisik hatinya memasang azam. ***** "Dia minta izin ayah dan ibu untuk bawa keluarganya datang merisik dan meminang..." Ujar ayahnya setelah Aaira mengambil tempat di sofa. "Haa...?" Bulat biji mata Aaira. Serta merta menderu darah menyerbu naik ke muka. Rasanya kalau dibuka pintu dinding dada Aaira sekarang, pasti sudah berkejaran dia menangkap jantungnya yang meloncat keluar berlari terlompat-lompat di ruang tamu itu. Begitu kuat sekali debarannya ketika itu. Ziyad dan ibunya sudah tersengih-sengih melihat reaksi Aaira. "Hah.. kenapa? terkejut? Dia tak ada bagitahu kamu ke?" Soal ayahnya. ***** Itu yang dipanggil cinta? Cinta apa macam tu? CINTA DARI IBLIS?!
Detail lengkap