Story cover for Albert by AtikaDuri
Albert
  • WpView
    Reads 1,519
  • WpVote
    Votes 140
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 1,519
  • WpVote
    Votes 140
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published May 29, 2020
Mature
18+ para pembaca diharap untuk bijak.
     

    Albert Victor,seorang badboy kampus,berdarah campuran Indo-Jerman yang tampan dan kaya raya,dan juga cucu pemilik yayasan Le Grande yang juga menaungi kampus tempat dia dan keempat sahabatnya belajar.
    Saat dia bertemu gadis berhijab dari kampung yang baru pindah di kampus mereka berada,Najwa Kaisa,sedikit demi sedikit Albert merasakan benih cinta mulai tumbuh seiring berjalannya waktu,dan merubah kepribadiannya.
    Tapi dia sadar,bahwa dia masih mempunyai pacar,dan salah satu sahabatnya tidak menyukai perasaannya pada Najwa.
    "Gue gak suka lo punya hubungan ama anak kampungan itu!"ucap Jose keras sambil menunjuk muka Albert.
    "Emangnya kenapa?kok lo jadi marah gitu?"tanya Albert heran.
    "klo lo masih mau lanjutin perasaan lo ama anak kampung itu,berarti persahabatan kita sampe sini aja!"
     Albert dan lainnya langsung terdiam kaget,akankah albert mementingkan persahabatannya atau perasaannya?atau malah sebaliknya?
    Apakah dia juga akan putus dengan pacarnya?
Bagaimana perjuangan Albert untuk mendapatkan Najwa?dan adakah lagi cobaan lainnya?
All Rights Reserved
Sign up to add Albert to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
AL AL GANG [Complicated] by rtnkrtsr
34 parts Complete
Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.
You may also like
Slide 1 of 7
AL AL GANG [Complicated] cover
Little Monster cover
It All Began In London. cover
Zero-sum Love [FIN] cover
Hold Me With Your Lies [END] cover
ALEXON [END] cover
Secrets and Agreements  cover

AL AL GANG [Complicated]

34 parts Complete

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.