My Love Is A Star

My Love Is A Star

  • WpView
    Reads 331
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2020
Pernah ga sih kalian ketemu cowok yang jutek dan super nyebelin? Tau kan rasanya gimana? Apalagi tuh cowok nyebelin adalah kakak kelas gue yang kelasnya persis di seberang kelas gue. Dan pastinya lo bakal ngeliat dia setiap harinya! Malesin banget kan. Gue selalu berharap nantinya bakal dapet cowok yang humoris dan romantis, jangan sampe deh kayak tuh cowok nyebelin yang dingin, dan kaku banget kayak kanebo kering. Gue pernah denger kalimat "jangan terlalu benci sama orang, nanti malah jadi cinta!" dan lo tau? Itu terjadi di diri gue! Ya bener banget. Orang yang gue sayang sekarang adalah orang yang gue benci dulu.
All Rights Reserved
#24
melamar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After J (Complete)
  • DEVAN & ADARA
  • Caramel (END)
  • I'm okay (END)
  • X-Rival
  • ALEXON [END]
  • Caramel
  • My Protector, Arvin [END]
  • AFIKA [ END✔ ]
  • Switch Over

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines