Diary Maryam

Diary Maryam

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2020
Contohlah Maryam binti Imran. Terutama di zaman interaksi laki-laki dan perempuan hampir tak ada batas. Maryam yang sudah Allah sebut langsung sebagai wanita yang terpilih, wanita baik-baik, wanita yang disucikan. Namun masih enggan berdekatan dengan laki-laki karena takut tergoda. Ia takut kalau berdekatannya dengan laki-laki akan menimbulkan sesuatu yang Allah haramkan. Lalu bagaimana dengan wanita bernama Maryam Alishka? Wanita yang jauh dari kata muslimah, bukanlah termasuk yang disucikan oleh Allah. Semua perintah Allah yang semestinya dilakukan ia jauhi, berbeda dengan Maryam binti Imran yang mentaati perintah Allah dengan baik. Tentu saja ada alasan dibalik semuanya. : : Inilah Diary Maryam, tentang sebuah cerita hidup yang begitu keras Apa kamu akan menang? Atau kalah? Dalam merajut kisah-kisah dan impianmu di dunia yang tak seindah kelihatannya.
All Rights Reserved
#169
berakhir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • Ladzizah
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • Qanita
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Tak Sejalan

Tinggalkan cerita ini jika membuatmu lalai. "Aku yakin. Allah beri ini semua karena Allah udah siapin hal terindah setelah ini." -Rayyaza Shayla Danendra. "Izin sebut nama lo dido'a gue, ya. Gue siap kecewa kalau seandainya kita berdua gak bersama." -Habibil Alfa Ramadhan. Bunga itu... Telah mengering seiring berjalannya waktu. Tapi, tidaklah mungkin ia melupakan siapa yang memberi sekuntum mawar merah yang mulai menyoklat itu. "Selamat hari ibu untuk ibu dari anak-anak ku. Terimakasih sudah menjadi wanita hebat dihidupku, ya. Mawar ini, pertanda bahwa aku, sangat mencintaimu, " ujar laki-laki itu sangat manis. Sebuket mawar itu dipajang indah dilemari kaca yang tinggi. Harumnya begitu menyerbak, dan kelopaknya yang begitu segar. "Terimakasih,ya. Aku gak tau lagi mau ngomong apa selain terimakasih. Hanya kamu, laki-laki yang bisa menerima kekurangan ku. Terimakasih,ayah dari anak-anakku." Wanita itu menghapus air matanya yang mengalir dipipi ranum nya. -selamat membaca-

More details
WpActionLinkContent Guidelines