Diary Maryam

Diary Maryam

  • WpView
    GELESEN 64
  • WpVote
    Stimmen 9
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Mai 29, 2020
Contohlah Maryam binti Imran. Terutama di zaman interaksi laki-laki dan perempuan hampir tak ada batas. Maryam yang sudah Allah sebut langsung sebagai wanita yang terpilih, wanita baik-baik, wanita yang disucikan. Namun masih enggan berdekatan dengan laki-laki karena takut tergoda. Ia takut kalau berdekatannya dengan laki-laki akan menimbulkan sesuatu yang Allah haramkan. Lalu bagaimana dengan wanita bernama Maryam Alishka? Wanita yang jauh dari kata muslimah, bukanlah termasuk yang disucikan oleh Allah. Semua perintah Allah yang semestinya dilakukan ia jauhi, berbeda dengan Maryam binti Imran yang mentaati perintah Allah dengan baik. Tentu saja ada alasan dibalik semuanya. : : Inilah Diary Maryam, tentang sebuah cerita hidup yang begitu keras Apa kamu akan menang? Atau kalah? Dalam merajut kisah-kisah dan impianmu di dunia yang tak seindah kelihatannya.
Alle Rechte vorbehalten
#947
kasihsayang
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Cinta di Sepertiga Malam Terakhir [END]
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • Qanita
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • Tak Sejalan
  • Simfoni Takdir ✔

"Ada cinta yang tak tumbuh dari sentuhan, tapi dari doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada perjuangan yang tak diceritakan dengan lantang, tapi dibuktikan dalam sujud yang basah oleh air mata." Azka Maulana, seorang pemuda Jawa yang sederhana namun penuh cita-cita, melangkah ke Kota Nabi dengan secarik doa dari ibu dan janji yang terpatri pada makam ayahnya: menuntut ilmu setinggi langit untuk mengabdi pada umat. Di Madinah-kota yang ditaburi cahaya dan barakah Rasulullah-Azka bukan hanya menemukan ilmu, tapi juga ujian demi ujian. Fitnah yang mengguncang nama baik, cinta yang terbungkus adab, dan dilema antara pulang atau bertahan. Namun di balik semua itu, Allah menyiapkan kejutan terindah: seorang Maryam Zahra, hafizah Qur'an yang menjaga dirinya seperti kelopak mawar dalam taman keimanan. Bersama Yahya si sahabat bijak dari Maroko, dan Alim yang pendiam namun mendalam, Azka menapaki jalan ilmu dan iman. Hingga langit senja di Madinah menjadi saksi, ketika cinta dan cita bersatu dalam akad yang penuh adab, lalu kembali ke tanah kelahiran membawa cahaya. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa. Tentang bagaimana seorang hamba belajar mencintai Allah, sebelum mencintai sesama. --- "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Dan surga itu, bagi Azka dan Maryam, bukan hanya di akhirat. Tapi juga di tempat mereka mengajar, di desa kecil, di bawah langit Indonesia... tempat di mana cahaya Madinah tetap menyala dalam hati. ---

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien