Rahasia Yang Dibungkus Klise

Rahasia Yang Dibungkus Klise

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Waktu akan menjawab Waktu yang menentukan Waktu juga memberi ruang, tempat serta kesempatan Namun waktu tidak untuk diulang Tubuh gontainya bersandar ditembok usang yang masih kokoh. Sorot matanya tak pernah berpaling dari wanita paruh baya yang terlihat ringkih didepannya. Membelakanginya. Bertumpuan dengan tongkat mengkilat yang hanya sebatas pinggang. Yang diyakini masih tak kan mampu menopang lemasnya wanita itu. "tinggal sama Adnan yuk? Kasurnya lebih besar disana. Ada kebunya juga" sudah kesekian kalinya tawaran itu ditolak mentah-mentah dengan gelengan. Laki-laki yang dipanggil Adnan itu menghembuskan nafasnya pelan. Apakah cukup untuk dirinya menjaga orang-orang yang dia cintai dalam jarak jauh. Mungkin saja. Atau memang ia tidak mampu. . . . . "Ngapain?" Dengan kepala masih pening dia menghampiri perempuan yang tengah bergumam tidak jelas yang ternyata sedang di dapur. "Buatin sop" "Ngapain?" "Buatin sop" ulang perempuan yang sudah setengah ngantuk itu. "Ngapain buat sop?" "Buat nyirem tanaman, aneh pertanyaan lo" "Hm" dengan langkah gontai Adnan duduk dimeja makan dan menaruh kepalanya kemeja. "Sop apa?" Tanyanya parau. "Sop kepala kambing" "Emang ada dikulkas?" "Udah gausah banyak tanya deh" 27/12/2025
All Rights Reserved
#14
secreet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines