I WILL BE BY YOUR SIDE

I WILL BE BY YOUR SIDE

  • WpView
    Reads 2,746
  • WpVote
    Votes 1,391
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 4, 2020
"Our meeting is not a mistake, maybe this is fate." Laki-laki itu menatap lekat wajah Alana. "Painful destiny." Lanjutnya. "Duniaku kembali berputar seperti saat orang itu masih ada bersamaku... because of you. Sekarang kau membenciku, aku tidak bisa menahanmu. Aku pantas mendapatkannya. Kapanpun kau menginginkanku kembali, aku akan menunggunya." Tatapan laki-laki itu begitu sendu, menyakitkan dan penuh luka. Alana bersumpah, itu adalah kalimat terpanjang yang pernah diucapkan laki-laki di depannya sekarang. Lelehan hangat mengalir di pipinya, sejak tadi Alana ingin sekali menangis. Tapi dia coba untuk menahannya dan sekarang akhirnya pertahanan itu telah hancur. Air mata tak terbendungkan lagi, dia ingin memeluk pria itu dan menghajarnya. Dia berharap semua kejadian itu tidak pernah terjadi. "Itu tidak akan terjadi." Ujar Alana tegas.
All Rights Reserved
#141
balapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • confused love
  • You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]
  • Ellara Le Runa
  • RETURN | END
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • DeKaNa (END)
  • The Kidnapper
  • I'm a Girl, Bos!
  • Arion (End)

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines