Teater Waktu

Teater Waktu

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 2, 2024
"Mari kita mainkan teater waktu bersama-sama," ajakku padanya. Di sebrang meja dia tertawa tidak percaya. Lagi-lagi ketidakpercayaan yang sorot matanya berikan padaku. Jika saja dia hanya seorang mahasiswa sama sepertiku. Tentu saja aku tidak akan berpikir untuk menjadi tokoh dalam permainan teater waktu ini. "Teater waktu seperti apa yang kamu maksud? Empat tahun menjadi orang asing? Padahal kita ada dalam satu lingkup ruang yang sama?" "Mana bisa disebut teater waktu. Yang ada kita akan memainkan teater ruang. Dan tentu saja aku tidak akan bisa mengabaikanmu jika aku melihatmu."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALRIN
  • Transmigrasi si bar-bar
  • My ice girl
  • KENAPA HARUS AKU?
  • 4 CYGNUS  |SELESAI
  • Komedi cinta [Tahap Revisi]
  • 30 Days and Dare [Chanbaek-END]
  • Heeseung Harem
  • Arsyilazka
ALRIN

Arin seorang gadis cantik yang sangat sangat menyukai anak kecil, ia sangat ingin memiliki adik mungil tapi sayang kedua orang tuanya tidak mau mengabulkannya, arin sangat kesepian bila kedua orang tuanya pergi untuk urusan bisnis, tapi berkat tetangga nya yang memiliki anak bayi yang umur nya masih satu tahunan membuat arin tak merasa kesepian karna ia bisa bermain bersama anak tetangga nya itu, tapi ada saja yang mengganggu nya ketika ingin bermain bersama bayi tetangga nya itu Alfin, alfin hidayatulloh tetangga nya yang sangat di benci arin karna kejahilan nya dan kelakuannya dia orang yang paling menentang arin bila arin bermain bersama adik nya serin, mereka selalu bertengkar entah karna masalah sempele atau masalah yang tak masuk akal Namun apakah kebenciannya bisa merubah nya menjadi cinta atau mungkin tetap menajdi musuh nya? serin mamam apa tuh" "udah tau makan roti masih aja di tanyain" "gue kan cuman sekedar basa basi belaka dari pada gak nanya sama sekali emang nya elo abang yang gak punya hati udah tau tante sarah sibuk bukannya momongin adeknya lo malah kelayapan gak jelas masih untung ada gue kalo gak duh gue gak tau tuh pasti tante sarah bakal ribet banget" "oooo jadi lo gak iklas bantuin mami gue iya"

More details
WpActionLinkContent Guidelines