Teater Waktu

Teater Waktu

  • WpView
    Leituras 4
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, dez 2, 2024
WpInfo
Não Ficção
"Mari kita mainkan teater waktu bersama-sama," ajakku padanya. Di sebrang meja dia tertawa tidak percaya. Lagi-lagi ketidakpercayaan yang sorot matanya berikan padaku. Jika saja dia hanya seorang mahasiswa sama sepertiku. Tentu saja aku tidak akan berpikir untuk menjadi tokoh dalam permainan teater waktu ini. "Teater waktu seperti apa yang kamu maksud? Empat tahun menjadi orang asing? Padahal kita ada dalam satu lingkup ruang yang sama?" "Mana bisa disebut teater waktu. Yang ada kita akan memainkan teater ruang. Dan tentu saja aku tidak akan bisa mengabaikanmu jika aku melihatmu."
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • My ice girl
  • Heeseung Harem
  • Komedi cinta [Tahap Revisi]
  • 30 Days and Dare [Chanbaek-END]
  • ALRIN
  • Arsyilazka
  • Jodoh Gak Akan Kemana || un1ty  [END]
  • KENAPA HARUS AKU?

"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan "membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu "ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya "berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana disisi lain "aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya. ______________________________________________________________________________________________________________ "bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan "goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh "sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo