WAKTU
  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
Kreeeng...kreeeng...kreeeng Bunyi bell tanda pulang sekolah seluruh siswa/i berdesak desakan ingin pulang sampai saat hanes memasuki lorong jalan untuk keluar sekolah ia melihat wanita yang membuat hanes merasa waktu melambat seketika ia hanya terpaku kepada wanita tersebut kemudian waktu pun terasa normal kembali dan hanes pun kehilangan wanita tersebut... Hayoo penasaran kan lanjutan nyaa? Sedikit saran ya gaes setel musik melow dan baca nya pelan pelan biar atsmofer nya kerasa wikwikwik Untuk salah kata atau penulisan maaf kan saya karena saat belajar bahasa indonesia saya jarang masuk:v
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IGNITES (END)
  • Everyone is There [√]📌
  • Fai
  • my arranged fiancé is a ceo.
  • Surat di Kolong Meja
  • Bad VS Spoilt
  • My Panda
  • LOVE YOU FOREVER (gxg)
  • Just another High school Story [Completed]

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

More details
WpActionLinkContent Guidelines