La Historia

La Historia

  • WpView
    LECTURES 55
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juin 1, 2020
Selama 13 tahun hidup terpisah dari orang tuanya membuat Lexi mati-matian menahan rindu yang tak pernah tersampaikan dengan bebas. Tinggal bersama Kakek dan Nenek yang mendidiknya secara tegas membentuk kepribadian Lexi menjadi mandiri dan tak tersentuh. Lalu, semuanya berubah dalam sekejap saat Mama memutuskan untuk berhenti bekerja dan lebih memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Lexi memutuskan untuk tinggal bersama kedua orang tuanya. Meninggalkan adik laki-lakinya yang saat itu enggan ikut pindah dan memilih menetap bersama Kakek dan Nenek. Lexi pikir, hidupnya akan menyenangkan. Dalam fantasinya, ia akan mendapatkan kasih sayang penuh dari Mama dan Papanya. Sayang sekali, karena terkadang, realita tak sesuai dengan ekspektasi. Bukannya terwujud, semua angan Lexi malah hancur tak bersisa. Lexi jadi berpikir, seandainya ia memilih tetap tinggal bersama Kakek dan Nenek .... Apakah kehidupannya akan menjadi lebih baik, atau Menjadi lebih buruk dari yang terburuk? -Galexia Lyudmila Rigel A story by @Aquila6
Tous Droits Réservés
#323
pemalu
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Blue Sky [Tamat]
  • LEESHIA
  • Semesta Berlima
  • Please don't be possessive (COMPLETED)
  • Lina Story
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu