Hanum
  • WpView
    Reads 4,459
  • WpVote
    Votes 192
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah cinta dalam diam antara Hanum, muslimah taat, anak seorang pekerja pabrik teh biasa dengan seorang Arya Atmaja putra tunggal juragan Surya, pemilik pabrik teh sekaligus tuan tanah di desa Bojong. Walau semua orang sepakat bahwa Arya tercipta untuk Mayang sang putri tunggal juragan Asep, tuan tanah lainnya di desa Bojong, nyatanya cinta pertama yang sejati akan menemukan jalannya untuk bersatu, walau mereka bersatu dalam sebuah pernikahan yang disebabkan oleh sebuah malapetaka.
All Rights Reserved
#2
kebunteh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nikah Dulu, Jatuh Cinta Kemudian
  • EMBY. OHMNANON
  • Our Wedding Days (SELESAI)
  • 2 Cinta Dalam Diam Ukhti
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Awan Hiasan [terbit]
  • Perjodohan Dengan Ustadz Cool

Pernikahan bagi Hana dan Arsyad bukanlah hasil dari kisah cinta yang indah, melainkan keputusan yang lahir dari keadaan. Mereka menikah tanpa pernah saling mencintai Arsyad menganggapnya sebagai tanggung jawab, sementara Hana menerimanya dengan keikhlasan. Hari demi hari, mereka menjalani hidup bersama di bawah satu atap, namun terasa bagai dua orang asing. Arsyad sibuk dengan pekerjaannya, sementara Hana mengisi waktunya dengan beribadah dan mengajar anak-anak mengaji. Komunikasi mereka kaku, penuh kesalahpahaman. Hana merasa diabaikan, sementara Arsyad menganggap istrinya terlalu pasif dan kaku. Namun, seiring berjalannya waktu, perlahan sesuatu berubah. Arsyad mulai memperhatikan hal-hal kecil tentang Hana kesabarannya, keikhlasannya, dan ketulusan yang ia tuangkan dalam setiap perbuatan. Di sisi lain, Hana juga mulai melihat sisi lain dari Arsyad, pria yang diam-diam selalu memastikan kebutuhannya terpenuhi. Ketika Hana jatuh sakit, Arsyad panik dan takut kehilangannya. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa kehadiran Hana bukan sekadar formalitas-ada sesuatu dalam dirinya yang kini tak ingin hidup tanpa wanita itu. Dan saat Arsyad menggenggam tangan Hana di depan Ka'bah, ia mengucapkan sebuah janji yang membuat istrinya menangis, "Aku ingin belajar mencintaimu dengan cara yang Allah ridai." Mereka mungkin tidak memulai pernikahan ini dengan cinta, tetapi bisakah mereka menemukannya dalam keikhlasan dan doa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines