Tidak pernah ada di pikiranku akan menikahi pria yang umurnya terpaut jauh dariku, namun pada akhirnya pria tua itu menjadi suamiku.
Aku mencintainya, dan aku menikahinya bukan karena aku wanita matrealistis. Saat dia berhasil meraih hatiku dan menghunuskan Perasaan bernama 'cinta' di dalam hatiku, maka aku sendiri mengatakan ya atas permitaannya untuk menikah. (Felicia Naura Lambert)
Pada dasarnya cinta itu mudah untuk datang, dan pada siapa dan dimana itulah yang aku tidak tahu, gadis manis berusia 18th itu bernama Felicia, dan aku telah di jerat cinta olehnya. Aku tahu dia lebih pantas menjadi putriku jika mengingat umurku yang sudah genap 36th. Tetapi jika cinta berbicara maka dia tidak mengenal usia. (Peter Gautam Rode)