Randu
  • WpView
    Reads 612
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2020
"Aku ingin jatuh cinta lagi, Ndu. Aku sudah lupa kapan terakhir merasakan debar jantungku berdetak tidak normal, rasanya sudah sangat lama sejak aku berani membagi isi otakku dengan orang lain." "Berani jatuh cinta berarti berani juga untuk patah hati," gumam Randu. "Kamu pernah patah hati?" Ran menoleh ke samping. "Aku belum pernah jatuh cinta, Ran." "Kenapa?" "Karena aku tidak berani untuk patah hati." "Tidak berani patah, bukan berarti belum pernah mematahkan, kan?" Ran tersenyum kecut. "Maksudnya?" "Kamu ga bakalan ngerti, kan belum pernah jatuh cinta," perempuan itu kembali mengalihkan pandangan, tidak mau menatap Randu. "Memangnya jatuh cinta itu rasanya seperti apa, Ran?" Ran kembali menolehkan pandangan ke orang yang sedang berada di sampingnya, kemudian tersenyum. "Jatuh cinta itu sederhana,Ndu. Datangnya tiba-tiba dan tanpa permisi, tak peduli apa kamu udah siap juga untuk patah hati." "Kamu udah siap patah hati?" "Hatiku patah setiap hari, Ndu," Ran mengalihkan pandangannya kembali menatap laut.
All Rights Reserved
#5
pers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALISHA (end)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Informed Consent
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Because I'm Stupid (End)

Kamu datang dalam kehidupan ku, membuat hati ini menumbuh kan benih-benih cinta, tapi kenapa ketika aku sudah mencintaimu kau malah pergi? Kau membiarkan hati ini mati tuk sementara bahkan mungkin tuk selamanya. Tapi kenapa? Kenapa kini kau datang lagi? Kau membuat hati ini kembali hidup, kau membuat cinta ini bersemi. Dan bodohnya aku menerimamu lagi, aku melupakan bagaimana susahnya menahan rindu akan dirimu. Dengan bodohnya aku melupakan bagaimana susahnya menghidupkan hatiku yang telah lama mati. Aku bahagia, aku senang dan aku takut. Takut, apakah kamu yang aku kenal dulu adalah orang yang sama yang sedang berdiri di depanku. Ketika matamu yang selalu meneduhkan bagiku menatap kedua mataku, dan ketika bibirmu mengucapkan kata-kata yang seakan menyengatku. Kini aku sadar, bahwa posisi ku dihatimu kini sudah tergantikan oleh orang lain sehingga aku hanyalah kenangan yang tak akan lama lagi akan hilang dari memori otakmu. Tapi kenapa? Kenapa meskipun aku tau bahwa aku hanyalah sebatas kenangan tapi hatiku tidak pernah melupakanmu?. Ini menyakitkan, ketika orang yang kau cintai mencintai yang lain dan kau tidak bisa melupakan dirinya, padahal kau tau bahwa ia adalah orang yang menyakitimu, ia adalah alasan kamu menangis setiap malam. Kenapa? Kenapa? Kenapa aku begitu mencintai mu??.

More details
WpActionLinkContent Guidelines