Randu
  • WpView
    Reads 611
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2020
"Aku ingin jatuh cinta lagi, Ndu. Aku sudah lupa kapan terakhir merasakan debar jantungku berdetak tidak normal, rasanya sudah sangat lama sejak aku berani membagi isi otakku dengan orang lain." "Berani jatuh cinta berarti berani juga untuk patah hati," gumam Randu. "Kamu pernah patah hati?" Ran menoleh ke samping. "Aku belum pernah jatuh cinta, Ran." "Kenapa?" "Karena aku tidak berani untuk patah hati." "Tidak berani patah, bukan berarti belum pernah mematahkan, kan?" Ran tersenyum kecut. "Maksudnya?" "Kamu ga bakalan ngerti, kan belum pernah jatuh cinta," perempuan itu kembali mengalihkan pandangan, tidak mau menatap Randu. "Memangnya jatuh cinta itu rasanya seperti apa, Ran?" Ran kembali menolehkan pandangan ke orang yang sedang berada di sampingnya, kemudian tersenyum. "Jatuh cinta itu sederhana,Ndu. Datangnya tiba-tiba dan tanpa permisi, tak peduli apa kamu udah siap juga untuk patah hati." "Kamu udah siap patah hati?" "Hatiku patah setiap hari, Ndu," Ran mengalihkan pandangannya kembali menatap laut.
All Rights Reserved
#688
friendzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise
  • ANGGI MAHARANI
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • Yang Tertinggal
  • Diantara mereka
  • More Than Senior
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
Promise

Rayna tak pernah benar-benar memilih. Di antara dua hati yang mencintainya, hanya satu yang selalu diam-diam ia doakan. Ketika waktu dan takdir mengguncang segalanya, sebuah tragedi membawa Rayna pada luka yang tak pernah ia bayangkan: kehilangan, penyesalan, dan janji-janji yang tak sempat diucapkan. Lewat kenangan yang tertinggal dan sepucuk catatan terakhir, Rayna mencoba memahami-apa arti mencintai seseorang tanpa pernah tahu apakah ia akan kembali. "Katanya, kalau cinta itu tulus... waktu takkan memisahkan. Hanya menguji."

More details
WpActionLinkContent Guidelines