TANGISAN HIJRAHKU

TANGISAN HIJRAHKU

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Kerikil-kerikil itupun perlahan pergi dari telapak kaki yang telah aku injak selama satu tahun setengah,dan bara apipun mulai mereda setelah aku kembali kejalan yang telah aku niatkan selama 2 tahun yang lalu. Kini cahaya syurga telah berada didalam niatku, rasa penyesalan selalu menghantui kehidupanku,penyesalan itu adalah fase dimana aku menjauhi penciptaku sendiri demi memikirkan duniawi. Tangisanku adalah tangisan penyesalan dengan semua perbuatanku, sebab akhlaku tidak mencerminkan dengan cara pakaianku,pakaianku yang syar'i dengan akhlaku yang buruk. Sebenarnya aku malu dengan allah karna semua perbuatanku yang di sembunyikan dari orang lain seolah-olah tidak ada yang tau dengan keburukanku,sekarang aku sadar dengan semua kesalahan yang lalu,kesalahan yang tidak mencerminkan bahwa aku adalah muslimah,mar'ah yang sholehah. Tapi aku berfikir allah itu baik allah mampu mengampuni hambanya yang selalu melakukan kesalahan,allah akansenang bilamana manusia kembali bertaubat kepadanya. Suatu hari aku menjalankan sunnahnya dan memang beda banget setelah sholat tersebut,sehingga air mata bercucuran dengan rasa penyesalan terhadap-nya.. Allah baik.. aku berharap allah mengampuni semua kesalahan yang telah aku perbuat,dengan terus bermunajat dan selalu melibatkan allah dalam hal apapun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Rumah baru untuk Ibu
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Full Of Scratches
  • Air Mata Cinta
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • Behind the Silence
  • ANTARA DOA DAN RASA

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines