An Abondened Prince

An Abondened Prince

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Akan langit ceritakan. Ssssst, diamlah. Ada sebuah detak dan hembus yang berembun di balik sebuah alat. Dia tau ada seorang di samping kanan, kiri, depan. Tapi, ia tidak ingat siapapun. Ingatannya sekilas hilang sebelum akhirnya kembali. Diam. Beberapa orang memandang kasihan, tau apa yang mereka pikir? Miris. Sebenarnya langit ingin membisu, tapi... ada hal juga yang berakhir dengan untaian kata untuk mengantar sebaris mimpi di penghujung kesadaran. Ada bayang garis lurus di layar, ia terus mendengar beberapa orang yang mengatakan hal sama. Berharap agar ia terlepas dari semua ini. Lalu, langit bercermin pada lautan yang sedang membiru tua. Entah sampai kapan, tapi waktu tetap berjalan di tempatnya dan langit hanya terus menunggu. -Sptra🎬
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • War is Over, isn't it? [ END ]
  • Bianglala
  • Our Home Lost in This House
  • Rumah Ternyaman {Boel × little Sister)
  • HOLD ON
  • si Sulung & si Bungsu
  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • DEPRESSION
  • 7 JANJI DARI LANGIT

Perang telah usai. Sembari menatap langit, dengan hamparan ilalang. Akhirnya, dia bisa beristirahat. Maaf, akankah kata maaf memiliki arti? Jantungnya berdetak di tempat yang baru, dan matanya tertutup rapat. Lelah telah hilang, di gantikan dengan bejana air mata. Senyum lembut terukir, dia berbisik dengan lirih. "Bunda, Gempa pulang." ***** Not Ship! Warning!! Angst! Just angst! So be carefull 💕

More details
WpActionLinkContent Guidelines