Story cover for OUR PAGE by jonabeom
OUR PAGE
  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published May 30, 2020
"Aku rindu mata Ayah yang hilang saat dia tersenyum"

"Juga bahu lebarnya, aku sudah lama tidak memeluknya"

"Pasti sangat tidak menyenangkan tidur di tenda, melahap semua jenis makanan dan minuman dingin dari mok timah"

--- GOT7 FIC - ONE SHOT---
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add OUR PAGE to your library and receive updates
or
#604got7
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √ cover
7 Next Door cover
Barudak Bandung ||Haechan X Dream cover
Little Boy || jaeyong✔ End cover
7 ATMADJA (END) cover
7 Jagoan bapak cover
7 Barudak Halu cover
Complicated love (END)✓ cover
Last Tears (Namjin)✔️ cover
Unexpected Meet (BTS & GOT7 FF) cover

WHY DOES MY BROTHER HATE ME? [REV] √

46 parts Complete Mature

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?