Knock At An Open Door

Knock At An Open Door

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2020
Nadin tidak pernah menyangka kalau dia akan kembali bertemu dengan Radit sang cinta pertamanya saat SMA. Pertemuan mereka kembali mengingatkan akan masa-masa indah mereka berdua di bangku putih abu-abu. Nadin yang masih menyimpan rasa untuk Radit, berusaha menarik perhatian Radit lagi setelah cowok itu tiba-tiba menghilang dari hari-harinya. Tetapi semua tidak berjalan mudah. Radit akan segera menikah dengan teman dekat Nadin saat SMA. Walaupun begitu, siapa yang tahu isi hati dan pikirian Radit? Sementara itu Bram selalu ada untuk Nadin.
All Rights Reserved
#26
kontemporer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • Salma yang bertabrakan dengan mahasiswa kedokteran, dan berakhir dengan hubungan
  • A promise in Munich
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • You Love Me
  • Kelabu Asa
  • FRIENDZONE
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Dokter Alby Pujaan Hati
  • RETROGRADE : Behind The Lie

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines