PARAKANG 2

PARAKANG 2

  • WpView
    reads 1,368
  • WpVote
    Stemmen 160
  • WpPart
    Delen 3
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd din, okt. 12, 2021
WpInfo
Fictie
Horror
spin-of Misna (Keturunan Parakang) Aku gemetar, mayat puang Embang sungguh mengenaskan. Dengan tubuh yang bersandar bagai patung di balik batu besar, serta tangan kanan tersampir pada kayu di sampingnya. Badannya pucat. Daerah di sekitarnya berceceran darah yang sudah mengering. Terlebih saat mendengar warga menuding itu adalah ulah parakang. Harus kuakui, itu semua benar. Kematian puang Embang adalah ulah parakang, tapi itu bukan aku. Aku bukanlah seorang parakang, meski aku adalah keturunan seorang parakang. Tak pernah terbersit dalam hatiku untuk mengantikan kakek, mewarisi ilmu hitamnya. Tapi tetap saja, tiap kali orang-orang membicarakan tentang parakang, hatiku tercubit, aku takut mereka menuduhku, takut mereka mereka berusaha menyakitiku.
Alle rechten voorbehouden
#862
horor
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Senja Termendung
  • Lightshadow
  • My Duchess / End
  • Salwa, Gadis tanpa Kegagalan
  • Prambanan Obsession (END)
  • MATA BATIN KEMBAR
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • Penguasa Alam Ghaib
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)

Di bawah lapisan hangat seragam putih biru kusut, Senja Gitarja, sang pahlawan bagi dirinya sendiri kini hadir di dalam gelap dinaungi serigala bertubuh tinggi besar, berseibo hitam berlapis topeng. Benar, serigala-serigala itu bagai manusia yang ia jumpai semasa masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, di pagi hingga siang hari yang terhitung panjang. Dalam tundukan kepala yang penuh gelap dan rasa ketidakdilan. Pantaskah mereka yang buruk didekap kehangatan bagai tak punya rasa bersalah sama sekali? Pantaskah kesalahan seluas samudra menciut hingga tak terlihat bagai sebutir debu? Pantaskah kebaikan tertutup salju tebal lalu hilang entah kemana sebab buah hasut-menghasut para bedebah? Pantaskah kami, para manusia-manusia yang hanya punya pendirian diri tak disanjung sama sekali oleh dunia? Lalu pantaskah mereka yang tangannya kotor bak membunuh temannya sendiri di hutan belantara yang gelap dan sedikit udara, bermain dengan kehangatan yang kami impi-impikan? Berapa banyak manusia yang akan kau samakan nasibnya sama seperti kita-kita ini, bedebah? 2 bulan menuju kelulusan ialah bulan-bulan kami para 'yang disingkirkan' untuk menikmati api panas yang dicipta oleh mereka. Tolong, bertahan sebentar untuk ini, 6 kawanku. Kelak di hari kelulusan tiba kita berlomba-lomba jadi juara berpredikat orang paling bahagia di dunia.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen