PARAKANG 2

PARAKANG 2

  • WpView
    Reads 1,364
  • WpVote
    Votes 160
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 12, 2021
spin-of Misna (Keturunan Parakang) Aku gemetar, mayat puang Embang sungguh mengenaskan. Dengan tubuh yang bersandar bagai patung di balik batu besar, serta tangan kanan tersampir pada kayu di sampingnya. Badannya pucat. Daerah di sekitarnya berceceran darah yang sudah mengering. Terlebih saat mendengar warga menuding itu adalah ulah parakang. Harus kuakui, itu semua benar. Kematian puang Embang adalah ulah parakang, tapi itu bukan aku. Aku bukanlah seorang parakang, meski aku adalah keturunan seorang parakang. Tak pernah terbersit dalam hatiku untuk mengantikan kakek, mewarisi ilmu hitamnya. Tapi tetap saja, tiap kali orang-orang membicarakan tentang parakang, hatiku tercubit, aku takut mereka menuduhku, takut mereka mereka berusaha menyakitiku.
All Rights Reserved
#8
sulawesiselatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penguasa Alam Ghaib
  • My Duchess / End
  • Prambanan Obsession (END)
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Pendekar Lembah Perawan
  • Rahasia Boboiboy Gempa
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • Senja Termendung
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"

Kami ingin minta kejelasan." kata dukun itu ngotot. "Kejelasan yang bagaimana?" tanyaku "Ya kejelasan apa penyebab anak ini meninggal." "Bukannya bapak ini kemarin sudah jelas?" kataku menunjuk kepada ayah anak itu. "Iya kan pak?" "Iya..." jawab pak Jo. "Tapi sekarang saya ingin lebih jelas lagi." "Bapak ini bagaimana to... kemarin sudah ku hadapkan pada dukunnya, bapak ku suruh bertanya sejelasnya lalu bapak tak mau bertanya mendetail, kemarin kan bapak sudah bicara panjang lebar dengan ruh dukunnya, sampai dukunnya juga minta maaf bapak juga sudah memaafkan, kok sekarang berubah?" "Maaf saya menyela.." kata dukun, "Saya masih tak percaya... dengan apa yang pak kyai lakukan, bisa saja itu hanya rekayasa." "Rekayasa bagaimana?" "Coba pak kyai buktikan lagi, jika itu bukan rekayasa." "Baik... aku akan ambil ruh anak bapak yang sudah meninggal, akan ku masukkan ke orang, nanti bapak tanya sendiri, kalau ndak percaya, nanti mas yang suka usil ini jangan salahkan kalau ku cabut ruhnya, ku lempar ke neraka..., atau ku pindah ke hewan." kataku yang segera minta ijin ke malaikat Isrofil untuk didatangkan ruh anak kecil yang kemarin meninggal. Namanya juga mimpi, ya aneh aneh saja. Satu menit berlalu. Dan ruhnya anak kecil yang meninggal sudah ada di dalam tubuh mediator. "Huuuu huuu.." dia menangis... . . . .PENASARAN...? .ikuti terus jalan ceritanyaa....!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines