Safinatu an naja

Safinatu an naja

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
WpInfo
Poetry
‍‍‍‍‍‍‍‍Safinatu an-naja. Melafalkan alif bersimpangan lam Hija'iyah. Nun jauh helai daun pada ranting syafinah. Rahasia bagi pelafal sifat dan ikhfa yang tersilah. Hendaklah bertamu, tubuh dalam hilafnya salah. Berselimut tubuh kedip hati yang tersilam. Bersentuh diam ia pun terpendam. Alif membangun jalan lentera kelam. Sedang mim, bergumam padanya lam. Sebagai mana pistol menggagaskan peluru kekal tanpa bekas. Kasih dan sayang yang berkehendak pada semesta. Samudra huruf lantun hirap Hija'iyah dan Syifa. Begitulah taurat dan sifat mereka. Ketika lam bermain dengan ikhfa, Seperti nuun berbincang padanya luka. Setelah sujud bias sirna muka. Terbiasnya sajadah alif bersimpangan. Resah sandar ia bersimpuh angan. Alif menangis; mengais ais sirna hampar sajadah. tersadar pada ranting pohon dengan gagah. Jalan terlihat gulita petang : Terlihatnya; alif menyadarkan khitab dan indu yang di lupakan. Karena sejenak, ia harus pulang. Terbentang helai daun pada awan yang melintang. Bersandar ruh harap Alif bertemu lam, kala mim terlepas sandar layar pada angan dan gulita. Begitulah kisah Alif. Dengan berani, ia melafalkan huruf pada Hija'iyah. Menyatukan makna Kharima Asmaul Husna. Nara Alfarizi Senin,30 Maret 2020 SAFINATU AN-NAJA Bab 1 Safinah bagi kaum . Terlihatnya luka menderai degup jantung dan paru-paru , menyelimuti hati di setiap nada yang mengatasnamakan do'a. Terimakasih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dzikir Cinta (Selesai)
  • Jodoh Terhalang Restu
  • [SDRS1] HALWA | V1 | SELESAI✔
  • ISTIKHARAH CINTA
  • ATHARLA [REVISI]
  • Senja Assyifa [COMPLETED]
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • BEFORE THE END

"Neng, Aa boleh cium tangannya?" Asiyah mengangkat dagu perlahan, memindahkan pandangannya dari kancing baju dada suaminya menuju wajah sang suami. Pandangan mata mereka beradu, Asiyah tersipu, Salman tersenyum malu-malu. Perlahan tapi pasti Salman menggerakkan kedua tangannya yang gemetar, mengangkat lembut kedua tangan mungil istrinya yang terasa dingin. Salman mencium kedua tangan putih itu, mengecup dengan penuh cinta dan kasih, ia memindahkan kedua tangan Asiyah ke dadanya dengan masih mendekapnya dengan sebelah tangan saja. Tangan kanan Salman naik keatas ubun-ubun istrinya, Salman mulai berdoa dengan menengadahkan tangan kirinya yang masih menekan kedua tangan Asiyah didadanya. Salman berdoa khusyuk dan pelan, memohon keberkahan atas istri yang sudah Allah berikan kepadanya. "Hari ini, Aa sudah sah menjadi suami kamu, doain Aa semoga selalu bisa mendampingi kamu sampai akhirnya kita berjumpa di Jannah Allah nanti ya, kalaupun andai akhirnya maut yang memisahkan kita, Aa gak akan melarang kamu buat nikah lagi ya. Karena Aa sayang kamu karena Allah" Assalamu 'alaikum Jazakumullahu khoir untuk para pembaca Di next novel ini akan bercerita tentang pemeran utama Asiyah Abdullah yang terpaksa bercerai dengan suaminya yang soelh karena sesuatu. Akankah ia mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Allah? Nantikan lanjutan kisahnya ya. Novelnya sudah selesai, akan di posting part demi part karena beberapa bagian masih proses revisi sedikit. Jazakumullahu khoiron 

More details
WpActionLinkContent Guidelines