Aurora

Aurora

  • WpView
    LECTURES 156
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., juin 7, 2020
"Iya aku tau. Aku yang terlaru larut jatuh dalam pesonamu. Hingga aku mengabaikan kenyataan, bahwa kamu masih terlalu asyik dengan duniamu. Aku saja yang lupa, bahwa disini aku sendiri yang menciptakan ilusi ini. Yang nyatanya hanya ada aku dan aku di dalamnya. Tanpa kamu berniat memasukinya"
Tous Droits Réservés
#274
ips
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • KEANA
  • AMERTA [END]
  • HIGH CLASS
  • Gara-gara ku
  • AGRASTIAN [On Going]
  • Bound by His Command
  • Cool Girl (END)✔
  • IPA & IPS

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu