Senior Campus

Senior Campus

  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 7, 2022
Seorang gadis telah menunggu sosok yang sangat ia sayangi. Sosok yang mampu menjadi penjaga dalam ketakutan yang melandanya. Sosok yang mampu membuatnya bahagia. Sosok itu adalah kekasihnya. Bima Pratama Yudha. Namun entah ada alasan apa hingga lelaki tersebut meninggalkan wanitanya tanpa memberi secuil kata kabar untuknya. Kepergiannya telah memberikan tanda tanya besar hingga membuat wanitanya menjadi sosok yang berbanding terbaik dari kehidupan sebelumnya. Keysa Galvira Bagaskara menjadi sosok yang pendiam dan tertutup karena kepergian Bima Pratama Yudha. Akankan Bimanya kembali pada pelukkan Keysa? *** Tidak selamanya yang lalu akan usai dalam sekejap mata. Justru yang lalu akan muncul dalam sebuah kisah yang tak terduga.
All Rights Reserved
#200
perkuliahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • PACAR PAKSA
  • So Close But So Far
  • Asa di Batas Penantian
  • [SELESAI] Tuan dan Nona Kesepian
  • Love by Choice (Tamat)
  • You Are My Destiny
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines