MELANKOLIA - DIGITAL EDITION

MELANKOLIA - DIGITAL EDITION

  • WpView
    Reads 370
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 24, 2022
Salam Hangat MELANKOLIA (DIGITAL EDITION) merupakan terbitan alternatif yang di kembangkan oleh penulis yang nantinya akan di bentuk sebuah novel. berisikan puisi dan fotografi penulis dalam keseharianya menjelajahi tempat dan waktu
All Rights Reserved
#259
poem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)
  • di akhir perang
  • • KECEWA ~
  • PROSA
  • Love & Pain & Motivation
  • KONSEKUENSI HATI
  • Quotes About Everything
  • 𝐓𝐡𝐞 𝐂𝐡𝐚𝐩𝐭𝐞𝐫 : 𝐒𝐞𝐪𝐮𝐨𝐢𝐚
  • Sasmita Nivriti
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan

Seorang santriwati yang baru lulus dari sekolah sekaligus pesantrennya langsung diboyongkan oleh sang kakak laki-lakinya. Alisa memilih mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya daripada berkuliah seperti teman-teman yang lainnya, meski dalam hati dirinya juga menginginkan hal tsb. "Mba Al.. semoga kamu bisa nyusul kita ya.." kata Intan teman Alisa. "Amin... Doain ya mba tan.." balas Alisa. Setelah hampir 2 bulan lulus, akhirnya ia pergi ke kota menemui Hesti tantenya,yang sedang bekerja disana. Pertama kali terjun didunia pekerjaan, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru juga orang baru. "Ternyata kerja selelah dan letih ini, bagaimana dengan ayah dan bunda yang kerjanya diladang panas-panasan... Ya Allah lancarkanlah jalan hambamu ini untuk membahagiakan orang yang Alisa cintai dan sayangi" gumam Alisa sambil meminum tehnya di ruang keluarga Hesti. Gaji untuk seorang pemula masih belum seberapa, Alisa berniat cepat mendapatkan banyak uang untuk diberi ke keluarganya. Namun banyak rintangan dan lika-liku kehidupan yang diberi tuhan untuknya. Ekonomi, teman, keluarga, cinta dan spiritual menjadi satu. "Kamu siapa?" Tanya Alisa kepada seorang gadis yang duduk di ruang pemanggang roti sendirian. "Kamu lupa?" Balasnya malah bertanya kembali ke Alisa sambil menatap datar kearahnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines