Nothle
  • WpView
    LETTURE 129
  • WpVote
    Voti 71
  • WpPart
    Parti 8
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, ott 15, 2020
Mengubah alur yang sudah disiapkan sejak lama memang sulit. Tapi yang aku rasakan saat ini lebih sulit dari yang aku bayangkan. Memilih antara satu pilihan dengan pilihan lainnya yang tidak kalah unggulnya. Merasakan sakitnya ditinggalkan, dan dikhianati. Sungguh, aku merasa tak sanggup. Namun, aku harus berusaha lebih keras dan tidak putus asa. Allah Maha Mengetahui dan Mahateliti. Allah memilihkan jalan ini untuk semua kebaikanku di masa yang akan datang. ~ "... kedatangan saya kemari, untuk mengkhitbah putri bapak. Saya harap bapak bisa menerimanya dan merestui sepenuh hati" ucap seorang lelaki yang terdengar lembut dan muda. Dengan suara lembut nan sopan, ia berkata seperti itu pada ayahku. "hmm, baiklah, nak. Kedatanganmu kemari memiliki niat yang sangat baik. Saya pahami itu. Tapi kalian bukannya masih sekolah? Bukankah ini terlalu cepat?" ujar ayahku. "tidak pak. Saya tau kami masih di bangku kelas 3 SMA. Tapi usia kami sudah bisa memiliki sebuah ikatan pernikahan. Saya tau kami masih SMA, tapi saya bisa menjamin masa depan putri bapak" ujar lelaki itu. "baiklah, nak. Tolong jaga putri saya dengan benar. Sifatnya kadang berubah drastis. Jadi, mohon dimaafkan dan dimaklumi ya" jawab ayah "terimakasih banyak pak"
Tutti i diritti riservati
#711
pernikahan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!
  • LOVE in SILENCE
  • We Are One
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • The First, Not the Last

•~•~•~•~•~•~•~•~~•~•~•~•~• "Ayah minta tolong ke Shena, pertimbangin permintaan Ayah kemaren." Paham akan maksud arah pembicaraan Zet, Shena masih diam. Menunggu Zet menyelesaikan ucapannya. "Kondisi Zoya semakin sering drop sekarang. Paling nggak kalau ada Zieldra di samping dia, Zoya jadi lebih semangat ngejalanin kehidupannya." "Tolong kabulin permintaan Ayah kali ini Shena, Ayah janji Ayah nggak akan minta apapun ke kamu setelah ini." Tidak seperti biasa Shena merespon permintaan Zet dengan senyum tulus kali ini, tanpa emosi, ataupun ujaran kebencian. "Ayah tenang aja, Shena bakal lepasin Zieldra kok, tapi nanti dulu ya Yah. Tolong kasih Shena waktu sebentar lagi." Raut binar kebahagiaan terlihat jelas diwajah Zet. Dirinya senang Shena mau berbesar hati merelakan orang yang dia sayang untuk Adiknya. "Kamu serius sayang?" "Iya Yah." "Tapi kasih Shena waktu. Shena juga nggak bakal lama disini. Tunggu Bunda ngejemput Shena dulu. Dan saat itu Zieldra bakal jadi milik Zoya sesuai dengan permintaan Ayah." jawab gadis itu tenang, tak lupa senyum tulus dia sunggingkan. ~•~•~•~•~•~•~•~•~• •~•Star 08/07/2022•~• •~•Finish 22/08/2022•~• ~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~• ⚠️follow dulu sebelum baca. ⚠️Murni karya sendiri, mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat, atau jalan cerita. ⚠️Belum revisi. Maaf typo bertebaran •••••RANK••••• # 3 fiksiremaja # 2 fiksiremaja # 1 brother

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti