We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Inner Voice

Inner Voice

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Pernah kah kau berpikir bahwa hati itu bisa berbicara? Pernahkah kau mendengar bahwa ucapan itu adalah doa? Pernahkah kau menduga bahwa semua yang kau ucapkan dalam hati tanpa sengaja bisa saja terjadi suatu saat nanti? Begitulah yang terjadi pada emira dan cinta pertamanya, pada awal pertemuan tanpa sengaja dia mengagumi seseorang dalam hati dan hanya berani menatap dari jauh. Namun siapa sangka lelaki itu tiba-tiba mendekati dan memintanya untuk menjadi pacarnya di kemudian hari. Tetapi ternyata semua tak seindah seperti bayangan emira. Banyak sekali masalah yang terjadi tanpa henti. Dan seseorang yang seharusnya menjadi penjaga hatinya, memilih meninggalkannya serta memberikan trauma yang mendalam bagi emira. Hingga suatu hari emira menemukan sebuah buku misterius yang akan membantunya untuk bangkit dari keterpurukannya. Bisakah emira menanggung semua rasa sakitnya? Dan bisakah emira memecahkan misteri di buku itu? Apakah emira pada akhirnya akan menemukan sosok yang tepat untuknya?
All Rights Reserved
#175
wiaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Burning Boundaries [REVISI]
  • Caramel Maskiato - END (KaryaKarsa)
  • Can I Call You Mine?
  • Secret Admirer
  • Planet Tanpa Nama (18+)
  • Dia Tempatku Pulang | [SEGERA TERBIT]
  • [COMPLETED] 7 Days
  • METARORI
  • Meneroka Jiwa 2

[18+] [SLOW BURN] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, dan matanya beralih ke Asher yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata apapun Asher melangkah mendekat. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangan lelaki itu terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher. Apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu pada Ren yang dirinya sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate, tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Dan entah kenapa semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis batas itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines