Sapphire [END]

Sapphire [END]

  • WpView
    Reads 2,636
  • WpVote
    Votes 577
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 27, 2021
Na Jaemin as Aksa Narendra Yeonhee as Sapphire Nayara "The soul becomes dyed with the color of its thoughts."-- Marcus Aurelius Semua warna mencerminkan emosi, dan setiap emosi mempunyai warnanya sendiri. Sera dapat melihat emosi dan perasaan yang dirasakan orang lain dalam bentuk batu bewarna diatas kepala mereka. Batu itu berbentuk seperti berlian. Warna- warna itulah yang mewakili perasaan mereka saat itu. Nenek bilang, kemampuan Sera ini anugerah. Sera bilang ini percuma. Bahkan orang lain pun bisa merasakan emosi orang disekelilingnya, hanya dengan memperhatikan tubuh dan wajah mereka. Sampai suatu hari, seorang trainee menyelamatkan hidupnya. Pemuda itu adalah satu- satunya orang yang tidak dapat Sera lihat emosinya. Berlian itu kosong... ©gracenaa 200711 #1 in Sapphire 212707 #1 in Yeonhee
All Rights Reserved
#416
wattys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • Perfect [Na Jaemin] [✔️]
  • Our Story (END)
  • Winter
  • Forgive Me, Nat
  • Cirque Del Rush [✔]
  • Dijodohin✔️ [NEW VERSION]
  • Linier [Babu Lee]

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines