Laskar
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 2, 2020
"Loh tau ngak" Tanya Dafa pada Laskar "Enggak" Balasnya cuek "Ada dua hal yang paling gue benci didunia ini". Laskar menoleh"Apa?" Tanyanya. "Pelangi dan senja". Laskarmengernyit dahinya bingung"emangnya kenapa?" "Karna mereka sama sama memberikan kebahagian sesaat lalu menghilang tanpa pamit disaat gue sedang bahagia sama seperti seseorang yang ninggalin gue dulu".Jelasnya membuat Laskar tertegun dan kemudian tersenyum manis. "Hey aku Laskar syafana bukan Laskar pelangi ataupun senja yang datang memberikanmu kebahagian sesaat lalu pergi tapi aku datang untuk selamanya memberikan kebahagian untukmu lalu pergi jika tugasku membahagiakanmu sudah selesai -LaskarSyafana
All Rights Reserved
#97
dafa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Arsyilazka
  • Weird Wedding βœ“
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkapβœ”
  • Cuek VS Cerewet || Syaqeel [ END - PROSES REVISI ]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • dimana janji tersebut
  • From Diary of Magenta (Complete)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" β€’ Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. β€’ Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines