Serendipity

Serendipity

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 15, 2022
Langit senja hari ini terlihat indah berpadu dengan hamparan rumput hijau di atas perbukitan. Rambut hitam pria itu semakin berantakan saat tertiup angin, matanya yang sayu melihat langit oranye dengan pandangan sendu. Perasaan itu kembali lagi, terasa mencubit jantungnya hingga membuat matanya kembali meneteskan air mata. "Apa yang kamu rasakan?" "Entah, hanya tidak terasa apa-apa." Jawab pria itu. "Kamu merasa hampa, kenapa mengeluarkan air mata? Kamu menyesali sesuatu?" Seseorang itu meliriknya. "Aku... gagal menjaga apa yang seharusnya aku jaga." Bibir pria itu kembali merapat. Ia takut apabila menceritakan hal yang tidak perlu dan membuatnya semakin sakit. Langkahnya terayun, menjauh menuruni bukit dan meninggalkan orang itu sendirian. Seseorang itu mengamati punggungnya dari jauh kemudian tersenyum kecil, "Kamu hanya salah mengambil keputusan." *** Hai, selamat datang! Kalau ada kesalahan, tolong dikoreksi ya! See you^.^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • (Bukan) Keluarga
  • Destiny ✓
  • Sejenak Luka
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • Sebuah Antara ✔
  • HARUSKAH KU PERGI
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Shena Aquella {SELESAI}.

Pertemuan yang manis yang Tuhan rencanakan untuk sebuah waktu yang singkat namun bermakna dalam sein dengan tidak sengaja bertemu dengan anak dari teman papanya dan pertemuan kembalinya sein dengan paman nya dan sein terlibat dalam membuat kejutan rencana ulang tahun untuk anak pamannya tersayang dalam pertemuan singkat itu semua hal terjadi sebuah kekaguman kecewaan persahabatan ikatan baru yang telah lama tidak terjalin beberapa bulan sembelum sein menyelesaikan bangku sekolah menengah atasnya akankah bertemunya kembali membuat sein akan menetap di Indonesia atau berpisah untuk mengejar mimpinya di luar negeri. Sein pergi seperti biasa pada hari libur ke kebun raya Bogor, sesudah keliling keliling naik sepeda sein pun beristirahat Sambil menyantap makanannya , tiba tiba seorang gadis duduk di sebelah sambil berbicara. "Boleh minta makanannya tuan? " Sein yang keheranan pun memutar bandan , ke arah gadis itu, meskipun keheranan sein tetap membagi makanannya, terdiam sesaat sein pun kemudian bertanya. "Kau datang ke sini sendiri?" " Tidak bersama pengasuh ku dan paman supir" "Lalu dimana dia sekarang ?" " Tidak tahu, tadi aku pergi sendiri ingin membeli dan tergiur satu makanan, tapi ternyata aku tidak memiliki uang tepat aku berbalik ternyata, aku terlalu jauh pergi dari mereka jadi sekarang aku tidak tahu mereka dimana, mungkin sedang mencariku, aku tidak sanggup mecari mereka karna aku lapar, jadi aku menghampirimu untuk membagi makanan sedikit untukku" "Bagaimana jika aku penjahat?" "Tidak mungkin, muka tuan seperti orang baik, bisa diam dulu tidak ,aku ingin makan!" Sein pun diam, sehabis makan, gadis itu meminta air minum. "Boleh aku minta air nya?" " Tidak , itu bekas, apa ingin membeli yang lain" "Tidak apa apa yang ini saja"

More details
WpActionLinkContent Guidelines