Cool Boy and Innocent Girl

Cool Boy and Innocent Girl

  • WpView
    Membaca 72
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jun 3, 2020
Bagaimana perasaan kalian jika tak dianggap sebagai seorang kekasih? Menyakitkan bukan? Itulah yang dirasakan oleh Alvira Zelattania Pradita, sebut saja dengan Vira. Vira mempunya kekasih berwatak dingin-Alvian Samudra Aditama, Vian. Dimata Vian, Vira selalu salah. Sampai Vira mengira, kalau Vian tak pernah mencintainya. Namun, memang dasarnya Vira keras kepala, ia masih saja bertahan dengan Vian yang kasar. Vira hanya tidak tahu, alasan mengapa Vian selama ini sering bersikap kasar padanya. Hingga Vira sampai dititik terlemah nya, ia meminta putus pada Vian. Namun, Vian dengan keras menolaknya. Egois, satu kata yang mewakili Vian. Awal pertemuan mereka dibilang tak baik mungkin, dengan Vira yang habis dibentak oleh Vian. Apa jadinya? Dari awal pertemuan tersebut lah, kisah Vian dan Vira dimulai. ---- "Vian, aku mau putus. Boleh gak?" Tanya Vira, "Gak" jawab Vian dengan singkat. "Tapi kenapa? Vian selalu kasar sama Vira, Vira udah capek" ujar Vira lirih, "Karena lo cuman milik gue." Jawab Vian dengan tegas dan berlalu pergi meninggalkan Vira. ---- Prolog nya kepanjangan? Penasaran? Baca aja langsung! WARNING⚠️Don't copy my story, Hasil pemikiran sendiri. Don't forget to Vote and Comment!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#968
firstlove
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • VINDEYLI
  • RAJAWALI
  • VAVIN /VARO AND VINA
  • RAVSYA
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • BAD BOYS & BAD GIRLS [Revisi]
  • Grafi [End]
  • AGGA
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
VINDEYLI

"K0nt0l lo" Karena kesal gadis itu keceplosan dan mengeluarkan kata kasar itu. Dia menatap Vinder takut takut. "Mau gue jahit mulut lo?" Nyali gadis itu ciut melihat Vinder yang menatapnya tajam. "Cewek ngomong kasar lo kira keren?" Gadis itu hanya diam. Kesal. Kata itu menggambarkan hati gadis yang sedang bersama Vinder saat ini. Dia ingin dibujuk. Dia ingin agar Vinder membujuknya dan memperhatikannya. "Mau ikut ekskul" cicitnya. "Dari tadi ekskul mulu. Yang laen aja nanti gue bolehin" "Yaudah mau balapan" jawab gadis itu antusias. "Gue patahin kaki lo, mau?" "Ihh, katanya dibolehin gimana sih" "Yaudah silahkan, jangan salahin gue kalo gue cepuin ke papi lo ya sayang" ucap Vinder. _______ "Gue udah pasrah, terserah mereka mau ngomong apa tentang gue, gue udah biasa kok disalahin terus sama mereka. Gue mau nyerah, mau gue jelasin gimana pun ke mereka tetap aja mereka ngga bakal percaya" ucap gadis itu mulai menangis. "Lo ngga boleh nyerah, kita cari sama-sama ya jalan keluarnya?, lo ngga boleh biarin mereka nyalahin lo terus lo- "Tapi ini emang salah gue hiks, gue yang udah bikin dia trauma hiks. Ini salah gue, hiks ini emang salah gu- Cowok itu berteriak, "INI BUKAN SALAH LO!, ini bukan salah lo sayang" ucapnya sambil mengelus kepala gadis itu. "Lo ngga boleh nyerah, inget sama tujuan kita semua. Kita semua sayang sama lo" Ingatlah, masalah dan cobaan yang datang itulah yang menjadikanmu kuat.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan