Me, You & Us

Me, You & Us

  • WpView
    Reads 236
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
"Lo nggak akan bisa damai sama orang lain! Damai dengan diri lo sendiri aja lo nggak tau caranya!." "Lo nggak akan bisa berhenti benci sama orang lain! Karena lo juga benci banget sama diri lo!." "Lo nggak akan bisa nerima orang lain dalam hidup lo! Selama lo nggak mau berusaha nerima itu!" Dirinya terjatuh duduk begitu saja, memeluk erat lututnya. Air matanya terus saja membasahi pipinya. Seakan tidak akan ada habisnya. "Re! Gua nggak tau caranya buat ngilangin rasa nyaman gua sama lo!." "Sikap lo itu buat gua naruh harapan ke lo!." "Dan sekarang semakin gua lupain lo, semakin lo muncul dengan perhatian perhatian lo itu.!" "Apa lo sadar udah buat gua kayak gini?!" #meyou&us @abeladili
All Rights Reserved
#18
barbargirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berakhir Ikhlas [vakum]
  • Dear You
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
  • WHO ?
  • about us and him ✔️
  • BarraKilla
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • Between Grief
  • LET IT BE  [ 'Cause She Was Tired.]

"Ketika cinta menjadi penyebab kita berpisah." - Remianth. --------------------- • • • ---------------------- "Mau taruhan sama gua?",- tanya El sambil mengangkat salah satu alis menunjukkan wajahnya yang terlihat serius. "Taruhan apa?",- tanya Kiana. "Lo jadi pacar gua, gua jadi pacar Lo. Diantara kita ga ada yang boleh jatuh cinta satu sama lain.", - ucap El dengan nada datar. ~~ Kiana Zahira Akira adalah seorang siswi pindahan di SMA Cahaya Bangsa. Kiana menjalani hari-harinya dengan santai dan apa adanya. Ia berniat untuk menjalani kehidupan sekolah yang lancar dan tenang. Namun, siapa sangka kedatangan Kiana justru menarik perhatian siswa laki-laki terpintar di sekolah itu. Suatu ketika anak laki-laki itu mendatangi Kiana dengan ekspresi serius bermaksud mengajak bertaruh. Kiana yang selama ini merasa hidupnya begitu membosankan, akhirnya menerima taruhan itu. Berawal dari sebuah taruhan untuk memulai hubungan bersama, Kiana dan anak laki-laki itupun berpacaran meskipun mereka berbeda. Apakah benih-benih cinta berhasil tumbuh di hati mereka? Akankah hubungan mereka berdua tetap berlanjut selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines