Kekasih Halal-ku

Kekasih Halal-ku

  • WpView
    Reads 182
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Di jodohkan? Kau takkan tau bagaimana rasanya itu. Terlebih lagi sudah di jodohkan pada saat usia yang masih muda bersama seseorang yang wajah dan namanya pun tak pernah kau dengar dan lihat selama ini. Dan ini yang terjadi pada Ara dan Candra. "Ya Allah, jika menikah adalah jalan yang kau pilih untuk mendewasakan hambamu ini. Maka, aku akan melaksanakannya dengan senang hati. Namun, aku harap jodoh yang kau takdirkan adalah dia yang menaruh cinta nya hanya kepadamu," Zaraya. Dilain tempat "Tidak mom, mana mungkin kalian menjodohkan ku secepat ini. Abang masih kecil, belum punya pekerjaan. Mana bisa menafkahi istri abang nantinya," Candra. Pernikahan dengan dasar dijodohkan memang tidaklah mudah untuk dijalani. Namun, Candra dan Zaraya mencoba membina rumah tangga mereka dengan rasa tanggung jawab dan saling menghormati. Disaat keduanya mulai jatuh cinta, tanpa diundang masalalu Candra datang dengan membawa berita tak mengenakan untuk Zaraya yang membuat hubungan diantara mereka mengalami jarak. Akankah Zaraya mampu membina rumah tangganya dengan Istiqomah? Ataukah putus ditengah jalan karena cobaan yang Allah berikan ?
All Rights Reserved
#1
nd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • Cinta Suci Zahra✓
  • Marriage in Silence [COMPLETED]
  • JODOH PILIHAN ABI (revisi Tulis Ulang)
  • GARIZAH JAUZA (END)
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • Arkansa
  • Insyaallah Berkah Selamanya - TELAH TERBIT

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines