We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MARISSA

MARISSA

  • WpView
    Reads 429
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hukum Karma. Marissa Quenly Salsabilla, awalnya tidak pernah percaya soal hukum Karma, dia pikir Karma hanyalah omongan belaka. Sampai pada suatu hari berkat seorang Jeffry Gradesa, Marissa benar-benar mempercayai jika hukum karma itu ada. "Hehehe kita beneran udah gak samaan lagi ya?" tanya Marissa kepada dirinya sendiri saat melihat orang yang sangat dicintainya menghampiri perempuan lain -------------------------------- "Gue muak sama lo! Gue benci sama sikap lo! Jauhin gue, anggap kita gak pernah kenal sedikitpun!" bentak Jeffry di depan wajah mantan kekasihnya itu "Gak bisa Jef" lirih Marissa lalu terduduk didinginnya aspal jalan "Gue nggak mau tau!" bentaknya sekali lagi lalu pergi dari hadapan Marissa ‼️ -Author amatiran -Awal cerita berantakan, akan di revisi saat cerita sudah selesai -Mengandung bahasa kasar dan 18+ -Harap bijak dalam membaca
Creative Commons (CC) Attribution
#5
marissa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Are Mine [Terbit]
  • Dewi Anindita
  • Paradise
  • You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]
  • Marsella (1)
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • MARS[hiatus]
  • GREENSTA [END]
  • My love ' My Enemy [ END ]
  • Alghazel

Terbit dengan judul 'Aku, kamu, dan Masa lalu.' _______________________________ ‍"Kamu lebih pilih aku pacar kamu, atau dia masa lalu kamu?" -Rindu "Sorry, untuk saat ini gue lebih pilih dia. Karena dia lebih membutuhkan gue dan gue harus jaga dia." -Damian "Segitu pedulinya kamu sampai harus jagain aku, Dam?" -Reva ^^^^^^^^ Ternyata benar, cinta tidak selamanya memberi kebahagiaan. Namun, cinta juga mampu memberi rasa sakit yang bisa membunuh secara perlahan. -Rindu Agmasiana _____________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines