Dibanding senja ataupun hujan, langit bagiku adalah segalanya, kau tau kenapa?
Langit akan selalu ada dikala hujan ataupun senja datang dan pergi sesukanya, yaa aku tau aku memang aneh, disaat orang menyukai mengopi hingga senja ditelan malam atau menikmati hujan dan segala kenangan. aku malah mengaggumi langit yang ngga tampak istimewa. it's okey, setiap orang punya pendapatnya masing-masing ngga ada yang salah dengan semua itu, and this is my opini.
"Langit itu indah yaa Chan, ngga pernah ninggalin siapapun yang mengagguminya" kata Tika kepada Chandra ketika mereka berdua sedang sama-sama duduk disebuah rumah makan lesehan
"Iyaa begitulah langit, meski ada siang malam yang merubah ronanya, ia tetaplah langit yang akan selalu menjadi atap semesta" mengalihkan wajahnya ke arah Tika.
"Kartika, kamu lebih indah dari hamparan langit itu"
"Keindahanku ngga akan bertahan lama kan chan, karena bintang akan hilang ketika fajar kembali menyapa"
Pembicaraan beberapa tahun silam yang sukses menyapa kembali kepingan memori dikepala Tika, entah mengapa mengingat kenangan itu membuat hatinya nyeri kembali, Tika beranjak dari rooftop fakultasnya untuk kembali melanjutkan kegiatan selanjutnya, yaitu menghadiri mata kuliah kepewaraan dan kepenyiaran.
kalian pasti mengira Tika dari jurusan Ilmu Komunikasi, eitss jangan salah. Tika ini sedang menempuh pendidikan dijurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau sering dikenal dengan PBSI. masuk dijurusan ini banyak suka dukanya si yaa, entah itu masalah perkuliahan, organisasi, maupun masalah hati.
buat kalian yang mau tau kisahnya, boleh banget baca cerita ini sampe tamat
-Happy Reading-
- Start [31/5/2020]
- Finish [ ]
Seseorang itu pun mendekat ke arah Layla, sambil menepuk bahu Layla ia pun menoleh dalam pikirnya siapa ni orang ko nepuk bahu aing kenal emang perang batin dia
"Siapa ya?" tanya Layla sopan padahal pengen ngegas
"Oh iya, kenalin RANGGA LANGIT BUMANTARA" ucap laki-laki yang memiliki nama Langit
"Salam kenal juga kak LAYLAWANTA ASTRALITA SENGKALA" balas Layla
"Kaka panggil kamu Awan boleh?" tanya lelaki itu
"Kalau begitu aku juga panggil kaka Langit ya" ikut Layla
"Lucu ya nama kita saling mebutuhkan Langit mebutuhkan awan untuk terlihat indah dan Awan membutuhkan langit untuk berlabuh" jelas Kak langit
"Iya ya aku ko baru sadar" sadar Layla
Pengen tahu kelanjutannya, ayo baca cerita ini
Maaf bila ada kesamaan nama tokoh,latar, jalan ceritanya
Ini murni dari otak saya sendiri🙏🙏🙏
Hampura
Jangan lupa berikan komentarnya ya
Happy reading☺️☺️