Indigo Girl

Indigo Girl

  • WpView
    LETTURE 1,252
  • WpVote
    Voti 298
  • WpPart
    Parti 7
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, ott 6, 2020
WpInfo
Narrativa
Horror
"M-makhluk Itu. " Betapa terkejutnya ia saat melihat makhluk yang tadi mengejarnya, sekarang tengah berdiri di ambang pintu gua dengan tatapan menatap kearahnya, Ralat. Kearah mereka berdua. Pria itu memejamkan matanya dan menghembuskan nafas kasar. Dia mengalihkan pandangan nya pada gadis didepannya "Jangan liat Makhluk itu. Liat mata gue, alihin rasa takut lo dengan cara tatap mata gue," Ucap pria itu tapi tak mendapat respon dari si gadis. Menyadari ada hal yang sedang diperhatikan oleh gadih itu dia menoleh mengikuti kearah mana gadih itu pemandang Shit! Makhluk itu kini ini mulai mendekat Kedua mata melotot seolah-olah akan keluar, posisi tubuh kayang dan suara tulang patah yang mengiringi setiap pergerakannya "Damn!." Dengan sedikit rasa panik, ia kembali bersuara "Hei!. " lalu menggoyangkan bahu gadis itu pelan. "Ah, i-iya." "Tatap mata gue. " Ulangnya. Tanpa banyak bertanya, gadis itu mengikuti perkataan pria di hadapannya, dan mulai menatap matanya lekat. Tanpa dia sadari pria itu memiringkan kepala dan mendekatkan wajahnya hingga gadis itu tersadar dan dapat mendengar serta merasakan nafas pria itu. "Gue tau ini mimpi, Gue mohon akhiri mimpi ini. " Ucap pria itu dan...... Cup.
Tutti i diritti riservati
#256
kevin
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • My Little Monster - Completed
  • Legendaris Mate
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Felicity [On Going]
  • Amor Almira
  • Tentang karen (HIATUS)
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • COMPLICATED
  • Vericha Aflyn ✔️

"Nah kalo misalnya kita lagi jalan, dan kita ketemu tai, lo mau bagi dua gak sama gue?" tanya Geri "Pertanyaan bodoh macam apa itu Ger?" "Udah jawab aja. Gue serius, layak atau nggaknya lo sebagai manusia ditentukan dari gimana cara lo jawab pertanyaan ini" Gea memutar bola matanya malas "Yah nggak lah, buat apa juga nemu tai dibagi dua." "Nah bener kan" Geri meminum minumannya "Lo emang gak bisa berbagi. Sampe masalah tai aja lo serakah Ge?" "Yah buat apa juga tai dibagi dua Ger, kalo lo mau ambil aja udah" Gea membuka kaleng stenlis berisi kerupuk dan memakannya "Nah gitu dong, itu tandanya lo lebih mengutamakan gue. Makasih ya" Geri menepuk kepala Gea pelan Pacaran gak sehat? Begitulah pandangan orang-orang tentang hubungan Geri juga Gea.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti