Story cover for Unexpected Destiny by WulanLestari437
Unexpected Destiny
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 31, 2020
"Bukan aku pelakunya, kau salah orang!" Kata Gita sambil menatap seorang pria yang telah menculiknya dan mengikatnya di sebuah kursi.

" Dan aku percaya?" Ucap seorang pria dengan setelan jas rapi itu, " Kau telah membunuh ayahku, ayah seorang LIAM GUSTIWANA PRATMAJA, dan aku akan memberikan balasan untuk itu" Lanjutnya sambil mencekal rahang wanita yang tak berdaya itu.

Bagaimana awal dan akhir ceritanya? Yukk buruan dibaca guys jangan baca deskripsinya aja😘
All Rights Reserved
Sign up to add Unexpected Destiny to your library and receive updates
or
#21protektive
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
ELGITA  (TERBIT) cover
Berlutut atau Memohon ? : Lakukan Keduanya cover
KOTA BANDUNG & GITA cover
HEARTBREAKING (On Going) cover
KHALILA AND OTHERS cover
Expectation Boyfriend  [With Picture] cover
Menyesal Telah Menyakitimu cover
Another Side ¦ Book 1 Of 2✔ cover
Salju Pertama di New York cover

ELGITA (TERBIT)

66 parts Complete Mature

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"